Kesehatan

Risma Target Surabaya Merdeka Covid-19 Juli, Ketua Gugus Kuratif Jatim: Setengah Mati!

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan agar kasus Covid-19 di Surabaya bisa selesai Juli ini. Hal itu disampaikannya ketika menggelar audiensi dengan para RT-RW se-Surabaya melalui video teleconference (vidcon) di Balai Kota Surabaya, Sabtu (4/7/2020) lalu.

“Ketua RT, RW di Surabaya itu top!! Saya matur nuwun (terima kasih), ayo kita kerja terus. Juli selesai, bisa? Berani enggak? Bulan depan kita merdeka,” ujarnya.

Target Surabaya merdeka Covid-19 mendapat tanggapan Ketua Gugus Kuratif Penanganan Percepatan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi. Dirinya menyebut target itu cukup berat. Mengingat kasus Covid-19 di Surabaya Raya, khususnya Surabaya memang masih tinggi.

Selain itu waktunya juga sangat mepet. Sebab, saat ini sudah memasuki pekan pertama bulan Juli. Berarti kurang tiga pekan lagi untuk masuk ke Agustus.

“Seharusnya kita exit dari restriksi ke transisi new normal harus dievaluasi secara epidemologis dan sosial. Terutamanya ketaatan masyarakat pada protokol kesehatan,” ujarnya di Polda Jatim, Senin (6/7/2020) malam.

Joni kemudian menyebutkan, jika misalnya epidemologis belum memenuhi syarat tapi masyarakat taat terhadap kesehatan bisa untuk masuk ke masa transisi new normal dan dilanjutkan dengan new normal.

Dirinya kembali merujuk pada hasil survei dari Unair tentang 70 persen masyarakat Surabaya Raya tak mengenakan masker. “Kalau survei ini 60 pake masker, sebulan lagi 70 tapi secara epidemologis attack ratenya masih satu koma, berani new normal. Karena modalnya ketaatan,” bebernya.

Namun, Joni menjelaskan selepas PSBB secara epidemologis hasil di Surabaya Raya khususnya Surabaya masih belum memenuhi syarat. “Ketaatan rendah lalu masuk ke babak baru transisi. Ya setengah mati,” tegasnya.

Joni pun menjelaskan, terkecuali jika pada saat transisi, protokol kesehatan dihentakan. “Lalu pertanyaanya protokol kesehatan bagaimana menghentakan? Kalau PSBB ada perlindungan hukum penerapannya,” tuturnya.

Apalagi di Surabaya kata Joni, tak memiliki perwali tentang masa transisi. Beda halnya dengan Kabupaten Sidoarjo dan juga Kabupaten Gresik yang mengatur mulai masa transisi hingga new normal melalui Peraturan Bupati.

Tapi bagi Joni bisa saja aturan berbentuk Perda. Namun, ini akan memakan waktu karena harus melibatkan pihak legislatif atau DPRD.

Joni kemudian menegaskan, jika di Surabaya belum layak dari Attack Rate serta kepatuhan masyarakatnya pada protokol kesehatan. “Kalau dua-duanya belum makanya aku gak salah ngomong yang dulu (Surabaya bisa jadi Wuhan). Karena melihat dua-duanya belum,” tegasnya.

Joni mencontohkan sederhana saja. “Bisa dilihat kalau malam banyak yang bergerombol sepedaan,” imbuh dia. Seraya itu dirinya menyebutkan jika paling realistis targetnya saat ini adalah menekan angka kematian dan meninggikan kesembuhan.

Kasus Covid-19 di Surabaya saat ini sudah tembus 6.517 kasus. 3.006 diantaranya sudah sembuh, sedangkan 525 lainnya meninggal dunia. (mbm/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close