Lingkungan

Jatim Masuki Musim Kemarau, 38 Desa di Sumenep Rawan Kekeringan

Sedikitnya ada 38 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diprediksi akan mengalami kekeringan pada saat musim kemarau tahun ini.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep Abd. Rahman Riadi saat dikonfirmasi media di ruangan kerjanya, Kamis (16/7/2020) siang.

Menurutnya, 38 desa tersebut tersebar di kecamatan ujung barat Kabupaten Sumenep, yakni Kecamatan Pasongsongan.

“Misalnya seperti di Desa Montorna, Prancak, dan Desa Campaka, yang kesemuanya ada di Kecamatan Pasongsongan,” terangnya.

Lebih lanjut Rahman menjelaskan, ada beberapa kriteria kekeringan yang diprediksi akan melanda sebagian daerah di Kota Keris ini. Mulai dari kering terbatas, kering langka hingga kering kritis.

Kering kritis ini, sambung dia, merupakan jarak dengan mata air di atas tiga ribu meter. Sementara kering langka dari 1,5 sampai tiga ribu meter, sedangkan kering terbatas dari 500 hingga 1,5 meter.

“Kalau kering kritis ini tercatat ada sebanyak 11 desa. Sisanya kering langka dan kering terbatas,” urainya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Rahman mengaku sudah melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh aparat desa.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta warga di wilayah rawan kekeringan agar bijak dalam menggunakan stok air yang masih tersedia saat ini.

“Tolong pergunakanlah air sebaik mungkin yang masih ada, karena puncak musim kemarau ini belum diketahui secara pasti kapan terjadi,” pungkasnya. (Sr/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close