Wisata

Tambah Referensi Pemandu Wisata, Banyuwangi Luncurkan Buku Sri Tanjung Hidup Kembali

Menyadari arti penting budaya dalam menopang keberhasilan program pembangunan di kabupaten Banyuwangi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi menggelar Focus Group Discussion(FGD). Materi yang diangkat Pemajuan Kebudayaan Daerah Tahun Anggaran 2020 dan  Launching Buku  “Sri Tanjung Hidup Kembali” karya tulis Aekanu Hariyono, salah seorang Budayawan Banyuwangi di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Banyuwangi Kamis (23/7)

Menurut Suyanto Waspo Tondo Wicaksono melalui Amir Hidayat, Sekretaris Bappeda Banyuwangi, dukungan dan partisipasi  publik dalam proses pembangunan bukan sekedar berkaitan dengan program yang dijalankan pemerintah kabupaten (Pemkab), akan tetapi lebih terinternalisasi dalam hidup keseharian.

Selanjutnya dia menambahkan dalam masa kepemimpinan Abdullah Azwar Anas sebagai Bupati Banyuwangi yang memilih Sektor Pariwisata sebagai program unggulan terbukti mampu mengubah image Banyuwangi sebagai destinasi wisata. Pada masa sebelumnya kota ujung timur Pulau Jawa dikenal sebagai Kota Santet dan stigma negatif lain.

“Dalam beberapa tahun terakhir kota yang dikenal dengan sebagai Serpihan Tanah Surga mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup pesat. Salah satu pendongkrak adalah pembanguan dan pengembangan sektor pariwisata,” imbuh Suyanto.

Lebih kanjut dia menuturkan eksistensi aneka ragam seni budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan sektor pariwisata dengan berbagai atraksi yang ditampilkan mulai Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Festival Grandrung Sewu, Festival Jazz Pantai termasuk seni budaya tradisional yang didalamnya ada cerita rakyat atau Sritanjung Sidopekso.

Menurut Amir dengan terbitnya Buku  “Sritanjung Hidup Kembali” karya Aekanu Hariyono, salah seorang Budayawan Banyuwangi diharapkan mampu menjadi tambahan referensi bagi pemandu wisata untuk disampaikan kepada wisatawan yang datang dan berkunjung ke kota yang dikenal The Sun Rise Of Java ini.

Sementara Sekretasi Dinas (Sekdin) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwang Cholikhul Ridho, pihaknya memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas upaya Bappeda menggelar Focus Group Discussion(FGD) Pemajuan Kebudayaan Daerah Tahun Anggaran 2020 dan  Launching Buku  “Sri Tanjung Hidup Kembali” karya Aekanu Hariyono.

Adapun intisari buku yang di-launching tersebut adalah kesombongan dan keangkuhan Sidapeksa pada akhirnya mampu dikalahkan  dengan kejujuran Sri Tanjung.” Sebenarnya masih banyak cerita rakyat dan legenda yang perlu digali sebagai potensi patut dikembangkan di wilayah Banyuwangi yang nantinya diharapkan mampu menjadi  rujukan para pelajar di Banyuwangi maupun masyarakat yang ingin mengenal dan belajar tentang seni budaya Osing,” jelasnya. (nj/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close