Olahraga

Merugi, Musim Depan Arema Hapus Sistim Pembayaran Uang Muka saat Kontrak Pemain

Covid-19 membuat sejumlah tim sepakbola belajar tentang keuangan. Salah satunya Arema FC yang berencana menghapus tradisi down payment (DP) atau uang muka untuk mengontrak pemain.

Uang muka memang menjadi salah satu cara bagi sebuah tim untuk membuktikan keseriusan mereka dalam mengincar pemain ataupun pelatih agar mau bergabung.

Namun dalam perjalanannya, terlebih ketika ada kejadian luar biasa seperti contoh Covid-19 ini membuat manajemen Arema FC merasa uang muka cukup memberatkan bagi timnya.

Ya, memberatkan dalam hal ini karena secara hitungan mereka akan kesulitan jika terjadi permasalahan ketika Liga 1 2020 berhenti. Bahkan General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengatakan bahwa musim depan pihaknya dan beberapa tim lainnya akan menghapus uang muka bagi pemain.

“Jujur saja, DP ini memberatkan klub dan memang hanya ada di Indonesia, karena orang asing tidak mengenal seperti uang muka. Mungkin musim depan DP tidak akan ada lagi,” ujar Ruddy Widodo.

Gambaran penjelasan adanya uang muka alias DP ini jika sang pemain dikontrak Rp 500 juta selama satu musim atau hitungan 10 bulan, akan mendapatkan DP sebesar 20 persen, yakni Rp 100 juta. Maka gajinya setiap bulan adalah Rp 500 juta dikurangi DP Rp 100 juta, hasilnya Rp 400 juta. Hasil Rp400 juta tersebut lalu dibagi 10 bulan dan menjadi Rp 40 juta per bulan.

Dengan menghapus sistem DP, pemain yang memiliki nilai kontrak Rp 500 juta per bulan akan menerima gaji Rp 50 juta dalam 10 bulan. “Nah misalnya, Arema anggarannya Rp 30 miliar per musim, jadi harus ada Rp 7,5 miliar di muka untuk DP, itu yang cukup memberatkan,” imbuh Ruddy.

Lanjut Ruddy, pemain atau pelatih asing tidak mengenal DP dan kejadian seperti pelatih Arema FC saat ini Mario Gomez tahu adanya DP sejak datang ke Indonesia yakni ketika bergabung dengan Persib Bandung. “Nah untuk Bauman, Alderete, Malvino ini mereka tidak ada yang menggunakan DP, jadi kontrak langsung gaji,” tutupnya.(hs/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close