Ekonomi

Sepi, Penjualan Hewan Kurban di Sleman Tak Seramai Tahun-Tahun sebelum Pandemi

Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari, tetapi kelompok ternak sapi Ngudi Makmur di Umbulmartani Sleman mengaku mengalami penurunan penjualan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pemicunya, yakni masyarakat banyak yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Akibatnya, meski hari raya sebentar lagi tapi baru satu ekor sapi yang laku terjual. Ketua kelompok ternak sapi Ngudi Makmur, Sis mengatakan bahwa permintaan sapi merosot tajam.

“Pada tahun lalu paling tidak ada 5 ekor sapi yang terjual, namun perayaan Hari Raya Kurban tahun ini mungkin saja karena pandemi jadi hanya laku satu ekor saja,” terangnya.

Sis menjelaskan bahwa di tempatnya ada 23 ekor sapi, betina empat dan 19 ekor lainnya jantan. Kelompok Ngudi Makmur yang berdiri sejak tahun 2005 itu, terdiri dari 20 anggota warga.

Harga sapi yang ditawarkan kelompok peternakannya berkisar Rp 17 juta sampai Rp 18 juta itu yang baru berumur 1,5 tahun. Harga sapi yang dijual untuk korban di Hari Raya Idul Adha harus poel (tua), atau paling tidak berumur 2,5 tahun dengan kisaran harga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, terangnya.

Dalam menjaga kesehatan sapinya selama pandemi Covid-19, ia mengatakan ada dokter hewan yang rutin datang untuk memberikan suntik dalam dua minggu sekali. “Kemudian untuk makanan selain memberinya rumput, setiap pagi dan sore sapi diberi pelepah pisang dicampur dengan dedak sebagai nutrifit,” pungkasnya.

“Dalam upaya penggemukan, sapi-sapi itu dibedakan kandangnya dengan yang lain, karena dalam perawatan, pemberian makan dan nutrisi berbeda,” terang Mawan, sebagai pemilik sapi yang lain. (Aw/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close