Profil

Gus Baha Gaya Nyentrik Ala Santri, Tak Pernah Kepikiran Viral dan Tak Punya WhatsApp

Tentu akhir-akhir ini netizen banyak mendengar nama Gus Baha. Kiai yang memiliki nama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini sedang menjadi bintang di YouTube. Pengajiannya di YouTube banyak dicari oleh netizen dengan jumlah penonton ratusan ribu hingga jutaan. Penampilannya nyentrik dengan sarung, kupluk hitam, dan rambut sedikit keluar khas santri.

Meski sedang tenar, Gus Baha mengaku tidak pernah terpikir untuk menjadi viral. Bahkan dirinya juga tidak mempunyai WhatsApp (WA). Ia hanya ingin mengenalkan ajaran Allah yang indah.

“Jadi komitmen hati saya itu hanya ingin mengenalkan ajaran Allah ini indah, ajaran Allah ini solusi. Saya ndak pernah kepikiran kalau itu jadi viral, jadi terkenal. Sampai sekarang pun saya tidak tahu kalau itu terkenal. Saya ndak punya WA juga ndak mau dengar,” ungkapnya saat berbincang bersama Quraish Shihab dan Najwa Shihab dalam program Youtube Narasi, Jumat (31/7/2020).

Saat banyak mendengar orang berkata bahwa dirinya terkenal dan banyak yang mengaji, dirinya ingat cerita Nabi Ibrahim yang diutus Allah untuk menyampaikan kewajiban haji. Nabi Ibrahim ragu apakah ia mampu sebab suaranya terbatas. Namun Allah tetap meminta Ibrahim untuk menyampaikan pesan itu, “Sudah sampaikan saja, nanti saya yang menyampaikan.” Pada akhirnya, sekarang orang seluruh dunia dengar, yang ditakdir haji bisa haji.

“Sehingga enggak perlu jadi beban saya harus parlente atau harus gaya atau apalah. Ya saya tetap biasa aja seperti ini. Karena ini pakaian yang saya kenal, saya merasa nyaman, syukur-syukur ini mewakili bilisani qaumihi karena saya orang Indonesia, ndeso lagi,” kata santri kesayangan Mbah Moen tersebut.

Ditegaskan, mau terkenal ataupun tak terkenal, dirinya nyaman ketika sudah memaklumatkan ilmunya Allah.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Baha juga mengungkapkan bahwa cita-citanya sejak kecil adalah ingin menjadi wali, yaitu orang yang dekat dengan Allah. Untuk itu, ia “tak mau lagi” dengar orang menerimanya atau tidak maupun cocok atau tidak.

Karena tadi cita-cita saya ingin menjadi wali, jadi lucu saja kalau di dunia wali kedikte makhluk. Kalau Allah memerintahkan menerangkan ya menerangkan saja, tidak usah tersiksa reaksi publik,” terangnya.

Selain itu, sejak kecil memang dirinya dididik untuk mengajarkan ilmu, dan menyembunyikan ilmu itu dosa.

“Tapi ya saya manusia. Mungkin kadang-kadang kebawa euforia atau tertekan atau nervous, tapi itu bawaan manusia. Kalau secara ilmu saya seperti itu, enggak lebih enggak kurang,” tandasnya. (iiz/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close