Kesehatan

Mau Simpan Daging Kurban? Perhatikan Tips Berikut

Di Hari Raya Iduladha, masyarakat tentunya akan banyak mendapatkan daging kurban. Namun mereka yang mendapatkan daging kurban, mungkin ada yang tak langsung memasak daging tersebut, melainkan menyimpannya terlebih dahulu untuk dimasak di lain hari.

Saat menyimpan daging, selama ini masyarakat ada yang mencucinya terlebih dahulu dengan air kran dan kemudian baru disimpan. Namun ternyata cara tersebut justru tak membuat daging higienis dan justru merusak kualitas daging.

Dokter Hewan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) Drh, Ahmad Fauzi memberikan sejumlah tips agar daging kurban yang disimpan tetap terjaga kualitas dan higienis.

Sebelum daging disimpan, sebaiknya daging dikemas dengan menggunakan plastik yang bening atau transparan dan tidak menggunakan plastik warna. Sebab, plastik warna, dikhawatirkan malah mengandung toxic atau racun yang mencemari daging. “Makanya lebih baik dibungkus plastik bening atau transparan menghindari hal-hal tersebut,” bebernya, Jumat, (31/7/2020).

Selain itu, sebelum dikemas dan kemudian disimpan dalam kulkas, masyarakat juga diharapkan tidak mencuci daging dengan air kran. Sebab hal ini dikhawatirkan bisa membuat daging terkena kuman dari air kran, yang kemudian masuk ke dalam pori-pori daging sehingga membuat kualitas daging menurun.

Menurutnya, daging lebih baik dicuci ketika akan dimasak. Selain itu, dalam penyimpanan jumlah daging yang banyak, hendak untuk dipotong dengan ukuran kecil sehingga dalam proses pengolahan ataupun pembersihannya ketika akan dimasak menjadi lebih mudah.

“Dalam penyimpanan, daging jangan disimpan di freezer dahulu. Simpan daging di dalam suhu kulkas yang dingin, kurang lebih sekitar empat sampai lima jam. Setelah dingin baru daging bisa dipindahkan ke dalam freezer,” jelasnya.

Dan ketika akan memasak daging beku dari dalam freezer, diharapkan agar masyarakat tidak langsung memasaknya dalam kondisi beku. Sebab dalam kondisi beku, proses pemasakan daging akan membutuhkan waktu lama dan malah membuat daging tidak matang sempurna.

Sebaiknya, biarkan daging berada pada suhu normal ruangan dan tidak mencairkan daging dengan menyiramnya menggunakan air panas. Baru setelah daging tidak dingin lagi dan kondisinya telah empuk, daging kemudian siap untuk diolah. “Setelah empuk, lalu cuci hingga bersih, tiriskan dan kemudian langsung dimasak hingga daging benar-benar dipastikan matang,” pungkasnya. (as/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close