Pemerintahan

Parkir Kembali Disorot, Wali Kota Sutiaji Sebut Potensi Rp 52 Miliar Acuan Tahun 2011

Hampir setiap tahun, potensi parkir di Kota Malang selalu menjadi sorotan publik maupun anggota legislatif. Dalam beberapa kali kesempatan, DPRD Kota Malang selalu menyebut jika potensi parkir yang dimiliki Kota Pendidikan ini belum direalisasikan secara maksimal.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menyampaikan, potensi parkir baik dari segi pajak maupun retribusi masih belum dimaksimalkan Pemerintah Kota Malang. Sehingga dia mendorong agar Pemkot Malang segera membuat kebijakan, terutama untuk menanggulangi kebocoran yang sangat mungkin terjadi.

“Jika aturan sudah Ada harus dijalankan secara tegas. Selain itu perlu ada rincian detail terkait pungutan harian di setiap titik parkir. Sehingga potensi pendapatan daerah dapat ditingkatkan,” tegas Fuad.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Wanedi. Dia menyebut, masih banyak parkir illegal yang belum disentuh oleh Pemerintah Kota Malang. Padahal, keberadaan parkir illegal semestinya harus ditindak tegas. Karena itu sangat mempengaruhi besaran pendapatan dari sektor parkir.

“Masih banyak juru parkir illegal, premanisme parkir, hingga perebutan lahan parkir. Paling penting lagi, sederet rencana dan inovasi penanganan parkir seperti e-parkir dan lain sebagainya belum juga direalisasikan,” terang Wanedi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah yang menyebut jika evaluasi akan terus dilakukan untuk menelan angka kebocoran. Dalam berbagai kesembatan, badan anggaran menurutnya juga selalu meminta agar Pemerintah Kota Malang lebih teliti dalam mengembangkan inovasi serta meningkatkan potensi. “Kami selalu dorong, jika potensinya tinggi, maka target juga harus ditingkatkan,” urainya.

Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak dan retribusi parkir. Sesuai harapan Dewan, maka evaluasi manajemen menurutnya akan dilakukan. “Dan sesuai rencana juga akan ada parkir vertikal dan e-parkir,” katanya.

Inovasi itu menurut Sutiaji akan lebih menekankan potensi parkir di kota yang juga berjuluk sebagai Kota Bunga ini. Sehingga, diharapkan pendapatan dari sektor pajak dapat digenjot lebih banyak lagi. “Dan ada juga BLUD yang salah satunya mengurus parkir. Pendapatan pasti akan mengalami peningkatan tinggi seperti yang dilakukan di Surakarta,” jelasnya.

Sementara mengenai potensi parkir yang dimiliki Kota Malang, Sutiaji mengakui jika saat ini Pemkot Malang belum melakukan kajian berkaitan dengan hal itu. Kajian mengenai besaran potensi itupun menurutnya akan didelegasikan kepada Bappeda Kota Malang. “Kalau selama ini kita berdasarkan penelitian pada 2011 yang menyebut potensi parkir di Kota Malang sebesar Rp 52 Miliar,” terangnya.(pa/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close