Politik

Risma Ditinggal Orang Pilihannya, Dirut PDAM Siap Berseberangan di Pilwali Surabaya

Suhu politik di Surabaya mulai memanas jelang pemilihan wali kota bulan Desember nanti. Calon-calon pun bermunculan untuk menantang partai petahana PDIP yang saat ini sudah mendudukkan kadernya Tri Rismaharini sebagai wali kota Surabaya selama dua periode.

Kokohnya partai PDIP di kursi wali kota Surabaya ini sekarang mendapatkan penantang serius dari koalisi 8 partai yang mengusung Machfud Arifin sebagai calon wali kota. Delapan partai tersebut sebagai mana diketahui adalah PKB, Gerindra, PAN, PPP, Demokrat, Nasdem, Golkar dan PKS.

Sabtu (1/8) DPC PKB Surabaya menggelar harlah ke 22 di kantornya. Acara tersebut dihadiri Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf, Calon Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan juga yang mengejutkan adalah hadirnya Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman Sukirno.

Kehadiran Mujiaman di sana tentunya menuai pro dan kontra. Karena dia saat ini tercatat sebagai direktur di salah satu BUMD Surabaya, PDAM Surya Sembada. Sehingga netralitasnya pada tahun politik kali ini dipertanyakan.

Apalagi di sana Mujiaman hadir bukan sebagai tamu biasa saja. Dia sempat memberikan sambutan dan secara terus terang mendukung Machfud Arifin sebagai wali kota Surabaya pada periode 2021-2025 mendatang.

Selain itu Mujiaman juga saat ini didorong untuk menjadi kandidat sebagai calon wakil wali kota untuk mendampingi Machfud Arifin. Partai yang mendorongnya adalah PKB sementara ini.

Ditemui usai acara Mujiaman menyampaikan kehadirannya sebagai tamu undangan. “Saya diundang kalau tidak datang jadi sombong dan sepanjang hidup saya jadi masalah. Jadi saya datang ke sini menunjukan saya tidak sombong,” ujarnya.

Soal sambutannya yang secara terang menyatakan dukungan terhadap Machfud Arifin, Mujiaman menyampaikan karena memang harus melakukan hal tersebut. “Di tempat seperti ini harus melakukan seperti itu, di sini kalau mendukung yang lain nanti ya repot masalah. Itu etika saja,” tuturnya.

Ditanya apakah siap berseberangan dengan Wali Kota Risma Mujiaman menyampaikan orang tidak bisa selalu berjalan secara ideal. “Ketika kita ditempatkan di suatu tempat kita harus melakukan sesuatu yang sewajarnya,” tegasnya soal dukungan kepada Machfud Arifin.

Lantas apakah tak khawatir ditegur Wali Kota Risma? Soal ini Mujiaman menanggapi secara santai. “Ditegur ya saya minta maaf. Beliau pasti tahu juga,” lanjut dia.

Disinggung soal namanya yang muncul sebagai salah satu kandidat calon wakil wali kota pendamping Machfud Arifin, Mujiaman menyerahkan pada partai pengusung. “Jadi finalnya tergantung pada pak Machfud Arifin. Saya yang pertama sekarang sebagai Dirut PDAM tidak punya kapasitas untuk mengajukan diri. Semua itu tergantung dari pak Machfud Arifin dan berikutnya dari partai pendukung,” imbuh dia.

Mujiaman sendiri dipilih dan dilantik oleh Wali Kota Risma pada tahun 2017. Ketika itu dia menggantikan Plt Dirut PDAM Surya Sembada Sunarno.(mbm/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close