Pendidikan

Germas Lawan Covid-19, Mahasiswa PKM Unisba Blitar Kampanyekan Pemanfaatan Toga

Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia. Ya, virus ini dapat menyebar dengan cepat dan telah menewaskan puluhan ribu orang di seluruh dunia. Di Indonesia, selain penerapan protokol kesehatan, masyarakat juga melakukan beragam tindakan pencegahan di antaranya dengan mengolah tanaman herbal.

Secara turun-temurun, tanaman herbal atau yang dikenal sebagai tanaman obat keluarga (Toga) dipercaya sebagai peningkat daya tahan tubuh. Di situasi pandemi covid-19, popularitas Toga kembali naik daun setelah menjadi andalan untuk mencegah covid-19.

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dari kelompok 18 gencar mensosialisasikan Toga kepada masyarakat. Sosialisasi ‘Gerakan Masyarakat (Germas) Lawan Covid-19 dengan Toga’ dilaksanakan mahasiswa secara Door To Door mendatangi rumah masyarakat di Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

“Alasan kami mengkampanyekan Toga adalah karena tanaman herbal ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Di antaranya serai, selain untuk bumbu masak juga terbukti ampuh meningkatkan kekebalan tubuh. Toga sangat baik dikonsumsi untuk mencegah penyebaran covid-19,” ungkap Ratna Sari, mahasiswa PGSD Unisba Blitar dari kelompok 18.

Dikatakannya, Germas Lawan Covid-19 dilaksanakan pada 29 Agustus-31 Agustus 2020. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Satreyan. Hadirnya gerakan ini mendorong masyarakat tak hanya mengonsumsi Toga, tapi juga menanamnya di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Sasaran kampanye kita adalah Ibu-ibu di Lingkungan Satreyan. Selain menanam, kita dorong mereka agar bisa mengolah tanaman Toga ini. Alhamdulillah mereka sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Bahkan tidak jarang para Ibu-ibu sebagian besar mulai memahami manfaat tanaman toga seperti serai yang selain menjadi bahan bumbu masakan juga bisa menolak gigitan nyamuk,” bebernya.

Lebih dalam Ratna menyampaikan, Toga selain untuk pencegahan juga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit. Selain itu Toga juga dianggap cukup efektif meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehat di lingkungan keluarganya.

“Toga ini mendorong masyarakat untuk merawat kesehatan diri sendiri dan keluarga. Semoga setelah PKM ini masyarakat Satriyan bisa terus menanam dan mengembangkan  Toga di daerah mereka,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menerjunkan para mahasiswanya untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di tengah situasi pandemi covid-19. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2020 digelar dengan warna baru menjadi Program Kegiatan Mahasiswa (PKM). PKM dilaksanakan mahasiswa di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan. PKM dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 15 Agustus hingga 15 September 2020.

Melalui PKM Unisba Blitar mendorong mahasiswa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjadi relawan untuk memutus mata rantai covid-19 dengan menggunakan aplikasi Inarisk yang dilakukan pendataan di warga masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Selain itu mahasiswa peserta PKM  juga dituntut untuk melaksanakan kegiatan bantu kepada masyarakat.(*) (ar/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: