Peristiwa

Kluster Keluarga Melonjak, Kota Malang Tiadakan Isolasi Mandiri

Seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 yang hingga saat ini (Senin, 14/9/2020) menembus angka 1639 orang, klaster keluarga masih menjadi perhatian khusus.

Hal ini menyusul adanya instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meminta semua kepala daerah di lingkup wilayahnya untuk memperhatikan tiga klaster penyebaran Covid-19. Di antaranya, klaster keluarga, klaster perkantoran dan klaster Pilkada.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan antisipasi penambahan kasus dari klaster keluarga, Kota Malang tidak akan memberlakukan isolasi mandiri di rumah baik bagi pasien Covid-19 tanpa gejala ataupun yang sudah mengalami perbaikan secara klinis.

Nantinya, pasien isolasi mandiri di rumah akan dipindahkan ke Safe House atau rumah isolasi yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang berada di kawasan Jl Kawi. “Iya (tidak ada isolasi mandiri). Diusahakan isolasi mandiri digeser ke Safe House,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Malang.

Kebijakan tersebut diambil untuk menekan angka penyebaran Covid-19 melalui klaster keluarga. Pun juga untuk meminimalisir kontak erat antara pasien yang sembuh secara klinis dengan anggota keluarganya.

Meski begitu, kebijakan tidak adanya isolasi mandiri di rumah saat ini tidak serta merta begitu saja bisa dijalankan. Menurut Husnul masih perlu persiapan baik itu dari wilayah pasien yang bersangkutan, pihak keluarga hingga kondisi ketersediaan ruangan di Safe House. “Nanti kita sampaikan dulu ke wilayah. Jadi kesiapan wilayah, terus kesiapan dari pada keluarga juga. Kita akan sosialisasi dulu,” terangnya.

Lebih jauh, Husnul menjelaskan ketersediaan bed di Safe House untuk isolasi pasien Covid-19 di Kota Malang saat ini telah ditambah 12. Jika sebelumnya berkapasitas 60 Bed, kini menjadi 72 Bed. “Saat ini ada 72 Bed, yang terisi 51, masih tersisa 21,” tandasnya.

Sebelumnya, rumah isolasi yang disediakan Pemkot Malang ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala yang kondisi rumahnya tidak memenuhi kriteria rumah sehat.

Kemudian, pasien yang sebelumnya di rumah sakit dengan gejala ringan atau sedang dan sudah menunjukkan progres perbaikan klinis yang bisa menjalani aktivitas secara mandiri.

Sebagai informasi, per 14 September 2020 ini dari total 1639 kasus positif Covid-19 terjadi penambahan sebanyak 13 orang. Pasien yang dinyatakan meninggal sebanyak 150, pasien sembuh mencapai 1090 dan yang masih dalam tahap pemantauan atau perawatan ada 399. (acf/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: