Kesehatan

Update Kondisi Tempat Tidur Rumah Covid-19 Kota Malang, Seperti Ini

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang terus mengalami penambahan. Hingga saat ini, tercatat ada 1.603 pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret lalu. 388 diantaranya masih dalam masa perawatan.

Peningkatan jumlah pasien yang dirawat itu membuat tingkat hunian tempat tidur atau bed di rumah sakit semakin tinggi. Bahkan tercatat ada rumah sakit rujukan yang jumlah bed atau tempat tidur perawatan khusus pasien Covid-19 telah habis.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang selama ini dirawat di RSUD Kota Malang, rumah sakit rujukan, safe house, dan beberapa dilakukan isolasi mandiri.

Sutiaji menjelaskan, hingga Minggu (13/9/2020), ketersediaan tempat tidur di RSSA adalah delapan bed, atau dari kapasitas 79 telah terisi 71. Kemudian RST Soepraoen masih tersisa 12 bed dari total 35 bed, RS Lavalette tersisa tujuh bed atau terisi 62 bed dari kapasitas 69 bed.

Kemudian untuk RS Panti Waluyo Sawahan dari 12 bed telah terisi 10 bed dan tersisa dua bed. Untuk RSI UNISMA tercatat 17 bed yang disediakan telah terisi sepenuhnya. Lalu RSI Aisyah masih ada sembilan bed yang tersisa, dari total ketersediaan 21 bed, dan RS Hermina dari total ketersediaan 18 bed telah terisi 17 bed.

“Untuk rumah sakit rujukan dari kapasitas 251 bed telah terisi 212 bed, atau ada 39 bed,” katanya, Senin (14/9/2020).

Sedangkan untuk RSUD Kota Malang, lanjut Sutiaji, dari kapasitas 50 bed telah terisi 16 bed atau masih ada 34 bed. Sementara untuk safe house dari 72 bed yang disiapkan telah terisi 51 bed.

Pria berkacamata itu menerangkan, untuk pasien yang membutuhkan penanganan menggunakan ventilator selama ini ditangani di RS rujukan. Rinciannya, RSSA memiliki 9 ruang ventilator, RS Lavalette 3 ruang ventilator, dan RS Panti Waluyo Sawahan atau RKZ sebanyak satu ventilator.

“Untuk yang sering penuh itu adalah kamar yang dilengkapi dengan ventilatornya. Untuk kamar perawatan masih tersedia,” terangnya.

Lebih jauh Sutiaji menerangkan, jika angka kepatuhan masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan atau mengenakan masker masih berkisar diangka 60 persen hingga 65 persen. Sehingga butuh sosialisasi dan keterlibatan masyarakat untuk senantiasa taat dengan protokol kesehatan.

“Angka kepatuhan masih 60 sampai 65 persen. Sehingga gerakan menggunakan masker akan terus dilakukan,” imbuhnya. (pa/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: