Peristiwa

Pria Hilang Diduga Dicuri Makhluk Gaib Ditemukan Selamat di Dekat Sungai Brantas

JOMBANGTIMES – Hilangnya Fatchur Rozi (31) yang diduga diculik makhluk gaib kini sudah ditemukan pada Selasa (15/9) sore. Pria bujangan itu ditemukan di pinggir Sungai Brantas di desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi mengatakan, Fatchur ditemukan pada pukul 15.30 WIB. Ia ditemukan oleh warga di dermaga penyeberangan perahu Sungai Brantas Desa Gumulan. “Ditemukan di penyeberangan Gumulan, tadi setengah 4. Ada warga yang mengenali lalu melaporkan ke pihak keluarga,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (15/9) malam.

Lokasi korban ditemukan tersebut berjarak sekitar 5 kilometer ke arah utara rumah korban. Fatkhur berjalan kaki dari rumah ke lokasi ia ditemukan. Saat ditemukan warga, korban dalam kondisi melamun atau linglung. “Dia jalan kaki tanpa tujuan. Anak itu dasarnya pendiam,” tandasnya.

Dijelaskan Sujadi, korban meninggalkan rumah pada Senin (14/9) sekitar pukul 02.30 WIB. Menurut keterangan korban, kata Sujadi, Fatchur keluar rumah setelah mendengar banyak orang berteriak di depan rumahnya. Mendengar itu, korban langsung keluar rumah tanpa berpamitan ke keluarganya.

Saat itu, korban keluar tanpa membawa handphone dan kartu identitas diri. Fatchur hanya membawa baju yang melekat di badannya. “Senin dini hari setengah 3, perasaannya dia banyak orang ramai teriak-teriak. Kemudian dia keluar rumah tanpa tujuan. Ya dia berhalusinasi, perasaan dia saja padahal ya tidak ada,” kata Sujadi.

Saat ini, Fatchur sedang berada di RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan. Anak pertama dari pasangan Paini (52) dan almarhum Sumadi itu, dibawa ke rumah sakit karena sebelumnya mengeluh sakit paru-paru. “Sebelum meninggalkan rumah si korban ini kan sudah sakit. Nah setelah ketemu itu langsung dibawa ke rumah sakit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” pungkasnya.

Fatchur Rozi (31) dikabarkan hilang secara misterius. Banyak warga yang meyakini bahwa korban telah diculik wewe gombel. Hingga pada Senin (14/9) malam, warga ramai-ramai mencari korban dengan upaya spiritual.

Yakni, dengan melakukan tradisi kotekan atau memukul alat-alat dapur layaknya alat musik dengan berkeliling kampung. Warga yang ikut mencari, juga meneriaki nama korban.

Pencarian berakhir di kebun bambu di belakang rumah korban. Lokasi itu diyakini sebagai tempat korban menghilang. Di lokasi itu pula, sejumlah paranormal melakukan ritual agar korban kembali dengan selamat.(*) (adr/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: