Pendidikan

UIN Malang Terus Giatkan Percepatan Guru Besar

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terus memacu percepatan guru besar. Bahkan, pada periode kepemimpinan Prof Dr Abdul Haris MAg ini di bulan Agustus saja terdapat tambahan sejumlah 6 guru besar.

“Tahun 2020 ini tambah 6 (di bulan Agustus). Sebelumnya 6, sekarang tambah 6 jadi 12. Ada yang lagi yang mengajukan itu sejumlah 23 orang. Mudah-mudahan yang telah mengajukan itu turun SK-nya tahun 2020,” ucapnya beberapa waktu yang lalu.

Percepatan guru besar ini terus digiatkan oleh Prof Haris. Belum lama ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang kembali memprogram akselerasi atau percepatan guru besar.

Untuk memaksimalkan hasil, LP2M hanya menyertakan 20 peserta. Semua akan didampingi oleh Prof Dr Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasi di jurnal bereputasi internasional.

Dalam arahannya, Ketua LP2M Prof Dr Tutik Hamidah MAg menegaskan bahwa semua peserta percepatan guru besar harus menyatakan kesiapannya secara tertulis. Hal ini dilakukan agar peserta yang sudah mendaftar betul-betul siap mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. “Semua peserta akan digembleng langsung bagaimana menulis artikel yang baik hingga submit di jurnal terindeks Scopus,” jelasnya.

Tim LP2M merencanakan Yogyakarta sebagai tempat klinik intensif bagi calon profesor UIN Malang tersebut. Target pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 29 September hingga 4 Oktober 2020, sementara gelombang kedua pada 6 hingga 11 Oktober 2020. “Selesai dari ini diharapkan semua peserta harus menghasilkan artikel yang layak submit,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr Uril Bahruddin mengatakan bahwa program ini sangat membantu menaikkan kualitas UIN Malang. Maka, para pimpinan sangat berharap program ini bisa berjalan dengan baik. Ia juga menitipkan pesan agar para peserta nantinya benar-benar dilatih untuk menghasilkan artikel yang bermutu. “Teknis pelaksanaan percepatan gubes ini sangat penting, sehingga perlu disiapkan secara matang,” pintanya.

Semua pimpinan, lanjut Uril, tentu menginginkan rasio yang seimbang antara jumlah prodi, profesor, dan mahasiswanya. Sehingga, mutu lulusan UIN Malang semakin berkualitas.

“Meski dalam masa pandemi, semoga pelaksanaan percepatan gubes sukses dan lancar sehingga bisa memberikan manfaat untuk kita semuanya,” tuturnya. (Iiz/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: