Pendidikan

Mobil Operasional PGRI Sudah Tua, Bupati Sanusi Berikan yang Baru

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Malang kali ini dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya, Bupati Malang Sanusi memberikan mobil operasional berjenis mini bus berwarna hitam dengan nomor polisi N-759-DP kepada PGRI Kabupaten Malang untuk digunakan penunjang aktivitasnya .

“Itu untuk menunjang tugas-tugasnya itu. Ya semua lembaga-lembaga yang menunjang pendidikan pinjam mobil boleh,” ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta seusai membuka kegiatan Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Kabupaten Malang, Sabtu (19/9/2020).

Terlebih lagi, pria kelahiran Gondanglegi ini mengatakan, bahwa pihaknya terus memberikan target kepada PGRI Kabupaten Malang untuk lebih menggenjot kembali perannya dalam meningkatkan peringkat sekolah-sekolah di Kabupaten Malang masuk dalam 10 besar Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Kembali lagi ke kualitas pendidikan. Karena kita, untuk SMP nya ada di urutan 30. Agar digenjot nanti bisa naik ke ranking 10 lah untuk Jawa Timur,” ujarnya.

Harapannya dengan diberikan mobil operasional kepada PGRI Kabupaten Malang tersebut dapat menggenjot apa yang diharapkan oleh Sanusi. Salah satunya sekolah di Kabupaten Malang masuk ranking 10 besar di Provinsi Jawa Timur.

Karena di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, para guru masih terus dituntut agar memberikan pengajaran kepada anak didiknya. “Untuk terus mendidik anak asuhnya atau anak didiknya melalui cara-cara bimbingan tertentu,” ujar pria yang dulu juga sempat berprofesi sebagai guru.

Ketua PGRI Kabupaten Malang Dwi Sucipto, mengucap terima kasih dan bersyukur atas pemberian mobil operasional itu. Karena selama ini, mobil operasional PGRI Kabupaten Malang berwarna biru yang terparkir di halaman Gedung PGRI Kabupaten Malang sudah termasuk tahun lama.

“Karena kita selama ini pakai mobil itu (tahun, red) 2004 warna biru, tanpa power steering. Saya isi sendiri power steering habis Rp 4,2 juta, sekarang sudah semua,” ujarnya.

Dwi beralasan karena mobil operasional berwarna biru tersebut dipakai oleh dirinya bersama para guru honorer untuk melakukan aktivitas pendidikan. “Karena itu sering saya pakai kesana kemari dengan guru honorer. Akhirnya dengan begini, lumayan lah, Alhamdulillah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi pun mengatakan, bahwa dengan bantuan mobil operasional yang masih tergolong mobil tahun baru ini, perjuangan yang dilakukan oleh para guru nantinya tidak terlalu berat. “Nanti nggak terlalu berat lah untuk mobilisasi kita ke sana kemari. Untuk bersama-sama memperjuangkan nasib,” pungkasnya. (ta/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: