Pemerintahan

Pesan Gubernur Jatim saat Lantik Penjabat Wali Kota Blitar

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melantik Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jatim Jumadi sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Blitar.

Jabatan Wali Kota Blitar dalam dua bulan ke depan akan dijabat Pjs setelah Santoso diharuskan cuti untuk mengikuti konstentasi Pilkada Kota Blitar 2020.

Pengukuhan Pjs Wali Kota Blitar dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya, Jumat (26/9/2020). Agenda ini diikuti secara virtual oleh Wali Kota Blitar Santoso, Sekda Kota Blitar Rudi Wijanarko, Forum Komunikasi Pimpinan Dearah (Forkopimda) dan kepala OPD jajaran Pemkot Blitar secara virtual dari kantor Dinas Kominfo Kota Blitar.

Dalam sambutannya, Khofifah berharap Jumadi selaku Pjs Wali Kota  Blitar mampu mengemban tugas dan menjalankan roda pemerintahan Kota Blitar. Gubernur juga mengimbau kepada Jumadi untuk segera menyesuaikan diri dengan tata pemerintahan di Kota Blitar. Baik melakukan konsolidasi dengan Sekda dan Forkopimda terkait penanganan Covid-19.

“Pjs harus segera melakukan konsolidasi terkait dengan pandemi covid-19. Konsolidasi untuk mengatasi dampak covid-19 seperti dampak sosial, dampak ekonomi, dampak kesehatan, dampak pendidikan. Serta sinergitas dengan Forkopimda untuk menciptakan suasana aman, tertib dan terkendali di daerah,” ungkap Khofifah.

Khofifah juga menambahkan, ada enam poin tugas penjabat sementara. Salah satunya adalah poin kelima terkait dengan pengisian jabatan yang kosong. Dalam hal ini Khofifah berpesan agar poin kelima ini tidak dilakukan agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan yang rumit.

Hal yang lebih penting dan harus segera dilakukan lanjutnya, adalah Pjs Wali Kota Blitar segera menyatukan pikiran dengan Sekda dan DPRD untuk membahas RAPBD Kota Blitar Tahun 2021.

“Poin kelima ini tidak usah diisi dulu, lebih baik maksimalkan dulu saja SDM yang ada. Saya berpesan kepada Pjs untuk segera ngegrove dengan kebijakan-kebijakan strategis di daerah. Karena RAPBD Tahun 2021 harus segera dibahas bersama dengan Sekda dan DPRD. RAPBD Tahun 2021 harus cepat dibahas dan disahkan sebagai Perda,” tegas orang nomor satu di Jatim.

Dengan pelantikan ini Jumadi akan menjabat Pjs Wali Kota Blitar per tanggal 26 September 2020 bersamaan dengan dimulainya masa cuti Wali Kota Blitar Santoso.

Saat ditemui awak media, Santoso berharap dalam masa 70 hari ke depan di masa kepemimpinan Pjs di Kota Blitar tercipta keamanan, ketertiban dan kelancaran di seluruh bidang pembangunan.

“Pjs menjabat hanya sekitar dua bulan. Semoga tugas-tugasnya lancar. Nanti untuk kerja-kerjanya seperti pembahasan anggaran dengan di APBD Tahun 2021 bersama dewan akan didampingi Pak Sekda,” pungkas Santoso.

Sekedar diketahui, selain melantik Pjs Wali Kota Blitar, dalam kesempatan ini Khofifah juga melantik Pjs Bupati Blitar, Pjs Bupati Malang, Pjs Bupati Trenggalek dan Pjs Bupati Mojokerto dan Pjs Wali Kota Pasuruan. Kepala daerah di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur diisi Pjs karena para petahana mengikuti konstestasi Pilkada serentak tahun 2020 (Adv). (Ar/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: