Serba-Serbi

Kisah Sedih TKW: dari Jeratan Asmara, Perselingkuhan, hingga Jadi ATM Orang Lain

Kisah sedih Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya wanita, yang mengais rezeki di luar negeri seakan tak ada habisnya. Mereka bersusah payah merantau, banting tulang dan mempertaruhkan segalanya, namun di sisi lain banyak masalah yang menimpa para pekerja migran ini.

Dari berbagai masalah yang paling mencuat terkait asmara, selain itu juga sering terkait problem rumah tangga dan perselingkuhan. Serta kerap dijadikan ATM bagi orang lain. Pasalnya, adanya anggapan bahwa TKW selalu banyak penghasilan, sehingga mereka juga sering jadi langganan untuk dipinjami uang.

“Banyak sekali yang meminjam uang. Mereka seakan-akan membutuhkan bantuan sampai menangis,” kata Endang Winarti TKW asal Tulungagung yang bekerja di Taiwan, Minggu (27/09/2020) saat dihubungi.

Karena pernah hidup susah, TKW sering hanyut dalam kesedihan orang lain. Ujungnya, apa yang dibutuhkan pun disanggupi dan uang yang di minta dituruti. “Saya pernah hidup susah, jika ada yang kesusahan kita tolong,” ujarnya.

Jika pinjam tunai, para TKW biasanya menghubungi keluarga yang di rumah agar memberikan uang yang dibutuhkan. Namun, yang paling sering dikatakan Endang, adalah transfer antar rekening.

“Yang sering terjadi, manis di awal kemudian kita malah jadi sampah,” jelas Endang.

Kemudian, setelah jatuh tempo yang dijanjikan terus molor dan bahkan yang memberi pinjaman seakan berbalik menjadi pengemis. “Nagih hutang saja seperti mengemis. Ini banyak terjadi bukan saya saja, tapi juga teman PMI (pekerja migran Indonesia) lainnya,” jelasnya.

Senada dengan Endang, pekerja migran lain, Wiwin yang juga berasal dari Tulungagung, dan kini sedang mencari nafkah di Brunei Darussalam juga mengalami hal yang serupa. “Saudara saya minta agar uangnya dikirim ke dia. Katanya mau diputar untuk usaha. Namun, ternyata dengan alasan rugi, uang saya tak pernah kembali,” ungkap Wiwin.

Baik Endang dan Wiwin, berharap agar para migran yang di luar negeri selalu berhati-hati terkait masalah uang. Boleh saja punya jiwa sosial, namun jika keringat dan peluhnya kemudian dijadikan ATM oleh orang lain, maka nasibnya tak akan berubah saat kembali ke kampung halaman. (ab/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: