Wisata

Pengguna DAMRI Jurusan Kawasan Wisata Bromo Capai 150 Wisatawan per Bulan

Meski menjadi angkutan baru di Malang untuk menuju ke area wisata gunung Bromo, nampaknya DAMRI cukup banyak diminati. Pasalnya, selain harga yang ditawarkan cukup terjangkau, para wisatawan juga dengan mudah mengakses layanan transportasi yang difasilitasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendongkrak jumlah kunjungan di area wisata itu.

Di Malang Raya, layanan ini mulai diluncurkan Maret 2020 lalu. Bertepatan juga dengan masa pandemi Covid-19 yang hingga kini tak kunjung usai. Namun, sejak kawasan Taman Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibuka kembali pada 28 Agustus 2020 lalu, hingga pertengahan September 2020, wisatawan sudah mulai kembali mengakses DAMRI. Setidaknya, satu bulan terakhir ini tercatat ada 150 wisatawan yang menggunakan alat transportasi tersebut.

“Kalau sebelum pandemi, sudah ada sekitar 200 sampai 300 orang selama satu bulan. Tapi selama pandemi, saat ini sudah sekitar 100 sampai 150 orang per bulannya. Karena, kunjungan ke kawasan wisata Gunung Bromo juga dibatasi,” ujar General Manager DAMRI Malang Zuryani.

Ia menjelaskan, untuk mengakses transportasi DAMRI ini, maka rute keberangkatan bagi wisatawan bisa dilakukan di Bandara Abdurrachman Saleh – Tosari dengan tarif Rp 39 ribu dan Stasiun Malang – Tosari dengan tarif Rp 40 ribu.

Namun, jika menginginkan penjemputan di kawasan lain, maka wisatawan setidaknya menyiapkan anggota minimal 10 orang.

“Misalnya, ada yang berangkat rombongan jumlahnya 10 orang. Bisa dijemput di dua rute yang kami tawarkan itu atau di kantor kami. Karena mobil ini tidak bisa bergerak ke sembarang tempat,” imbuhnya.

Lebih jauh, pihaknya berharap kemudahan fasilitas yang dihadirkan oleh pemerintah ini mampu mendongkrak jumlah wisatawan di masa pandemi Covid-19. Sehingga sektor ekonomi di Indonesia bisa terus bergerak dang terus mengalami lonjakan.

“Kita tetap optimis kalau peningkatan wisatawan di salah satu objek wisata bisa terus naik. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (acf/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: