Liputan Khusus

Mendekam di Lapas, Napi Ini semakin Produktif, Bangga saat Karya Dikoleksi Menteri

Mendapat ganjaran kehilangan kebebasan, para narapidana bukan berarti kehilangan kebebasan untuk berkarya. Para penghuni Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Klas I Malang atau yang dikenal dengan Lapas Lowokwaru ini tetap bisa menyalurkan bakat dan kreativitasnya.

Berbagai program pembinaan di Lapas, nyatanya justru memacu para napi untuk lebih produktif dalam berkarya pada masing-masing bidang keterampilan yang mereka miliki.

Lihat saja salah satu narapidana yang kini produktif adalah Sobirin (43). Narapidana kasus penculikan yang  divonis hakim sembilan tahun penjara ini, ketika ditemui media ini, sedang berada di bengkel seni. Tangannya tengah sibuk menggoreskan kuas ke kanvas melukis gambar sang Proklamator yakni Soekarno.

Ya dengan murah senyum dia berkenan saat didatangi dan ditanyai seputar kegiatan yang ia lakukan. Ketika ditanya mengenai pembinaan keterampilan dan pengarahan terhadap minat dan bakat, ia mengakui Lapas Klas 1 Malang sangatlah bagus.

“Ya bagus Mas selama ini. Saya terima kasih bisa diarahkan dan bisa diwadahi bakat-bakat kami dan teman-teman lainnya, diajari kemandirian dan mengembalikan kami ke jalan yang benar,” ungkap pria yang sudah menjalani hukuman selama dua tahun ini.

Ia mengakui, jika sebelum di dalam Lapas, tidak terlalu produktif dalam menghasilkan karya sesuai bakat yang ia miliki. Namun pembinaan yang intens dari petugas akhirnya memacu semangatnya untuk berkarya lebih produktif lagi. “Ya sudah dua tahun saya di sini, kalau hasil karya lukisan sudah banyak. Mungkin kalau dihitung ya sekitar 200 an lebih lukisan yang sudah saya lukis. Macam-macam, ada gambar abstrak, pemandangan, tokoh, tergantung permintaan,” bebernya.

Lukisan yang ia buat, banyak yang dipajang di lingkungan Lapas Klas 1 Malang. Selain itu, lukisan karyanya juga ada yang dijual. Hasil penjualan juga diperoleh Sobirin untuk keperluan di Lapas, baik makan ataupun uang rokok. Sebagian juga bisa untuk membeli lagi peralatan-peralatan lukis yang ia butuhkan.

Sementara itu, hal yang membuat Sobirin lebih bangga lagi dan semangat untuk lebih banyak berkarya dalam lukisannya banyak dibawa oleh beberapa tokoh kepolisian bahkan hingga menteri.

Baru-baru ini, lukisan Sobirin menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly diambil oleh sang menteri kala berkunjung ke Lapas Lowokwaru. “Selain itu ada juga lukisan bapak Dirjen Pemasyarakatan yang dibawa sama orangnya juga saat pas ke sini, ada juga lukisan saya yang dibawa oleh mantan Kapolresta Malang Kota. Ada lagi beberapa tokoh lainnya,” terangnya.

Pihaknya sendiri berharap, dengan ketrampilan yang semakin terasah di dalam Lapas Klas 1 Malang, ia bisa melanjutkan hidup dengan berkarya lebih baik lagi dan bisa mendukung kebutuhan ekonomi keluarga. “Selain bisa berkarya, tentu setelah keluar saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya. (as/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: