Liputan Khusus

Pembinaan Narapidana semakin Lengkap, dengan Hadirnya SAE dan Jagongan Jail

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Malang kini memiliki Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang baru saja diresmikan oleh Menteri Hukum dan Ham beberapa waktu lalu. Ya seperti diketahui, SAE yang berada di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, di atas lahan seluas 22 hektare ini merupakan sarana pembinaan narapidana untuk persiapan sebelum kembali ke masyarakat.

Di sana, sama halnya dengan di dalam Lapas Klas 1 Malang yang dikenal dengan Lapas Lowokwaru. Banyak kegiatan yang bermanfaat bagi narapidana dalam hal kemandirian maupun keterampilan. Para narapidana, diajak untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan SAE mulai dari konstruksi bangunan, pertanian, peternakan hingga pembuatan Track sepeda.

Sulistriadi (38) narapidana kasus narkoba yang setiap harinya mengisi kegiatan di SAE, mengaku sangat antusias. Ia yang saat itu ditemui di SAE Ngajum, tengah asyik menikmati sejuknya udara SAE Ngajum sembari menyemprotkan air ke tanaman cabai. “Malah senang, di sini suasananya enak, sejuk, daripada di Lapas malah jenuh,” jelasnya saat ditemui di SAE Ngajum beberapa waktu lalu.

Selain karena di tempat tersebut ia bisa merasakan segarnya udara pegunungan, hal positif lainnya yang bisa ia dapat adalah keterampilan yang lebih terasah sesuai dengan minat atau hobi yang ia sukai.

Kendati setiap harinya harus bolak-balik Lapas Klas 1 Malang menuju SAE yang ada di Ngajum, Kabupaten Malang, hal tersebut tak membuat pria yang beralamat di Blimbing tersebut merasa lelah. Sebab selain mendapatkan upah kerja, narapidana juga akan mendapatkan Reward dalam kepengurusan surat pembebasan bersyarat.

“Meskipun di sini juga kerja, tapi seneng, sesuai dengan hobi, teman-teman di sini terwadahi, baik yang buat patung, konstruksi, pertanian ada semua,” beber pria yang divonis lima tahun penjara ini.

Sementara itu, selain dengan adanya SAE di Ngajum Kabupaten Malang, pembinaan narapidana dalam hal kewirausahaan juga semakin baik dengan adanya kafe Jagongan Jail.

Para narapidana dikaryakan sembari belajar dalam berwirausaha di kafe ini. Mereka yang bisa berada di Jagongan Jail juga merupakan napi pilihan. Narapidana minimal menjalani masa pidana sepertiga masa tahanan, administrasi lengkap, masuk inventarisasi dan selanjutnya diserahkan ke kesatuan pengamanan.

Di sini, satuan pengamanan nantinya akan mempertimbangkan apakah yang bersangkutan berpotensi dalam mengganggu keamanan atau berbuat hal lainnya atau tidak. Jika kemudian lolos, maka selanjutnya akan rekomendasi ke sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

“Jika memenuhi persyaratan, kita panggil juga keluarganya, untuk penjaminnya. Setelah itu ke tahap selanjutnya, di mana keputusan terahkir ada di Kalapas,” tambah Mahrus, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Klas 1 Malang. (as/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: