Lingkungan

Atasi Kekeringan, Pemkab Bangkalan Prioritaskan Desa Kering Kritis

BANGKALANTIMES – Pada musim kemarau tahun 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akan fokus pendistribusian air bersih di desa yang mengalami kekeringan dengan status kritis. Sebab, banyak daerah di Bangkalan yang sangat kritis.

Dari sebanyak 85 desa di 13 Kecamatan, terdapat 69 desa yang mengalami kekeringan dengan stastus kritis. Sedangkalan 16 desa mengalami kekeringan dengan status langka.

Kepala BPBD Bangkalan Rizal Morriz mengatakan, melihat jumlah desa yang berstatus kering kritis itu, Rizal akan prioritaskan yang kering kritis, baru setelah itu kata dia akan desa yang kering langka.

Rizal mengaku, sejak di-Launching-nya Dropping air bersih pada 13 Agustus lalu, dia terus melakukan pengiriman air bersih, bahkan setiap harinya meluncurkan sebanyak empat mobil tangki ke setiap desa yang mengalami kekeringan.

Meskipun beberapa hari lalu di Kabupaten Bangkalan sempat turun hujan tapi tidak tidak merata, apalagi kata dia ke desa-desa yang tersampak kekeringan. “Jadi Dropping air bersih masih terus kita galakkan untuk menuntaskan kekeringan yang terjadi,” ujarnya, Rabu (30/09/2020).

Untungnya dia memaparkan, meski di tahun ini terdapat kendala oleh wabah virus corona, anggaran Dropping air bersih masih mencukupi untuk bulan ini.

Kalaupun nanti di Kabupaten ujung barat Madura ini belum juga turun hujan, anggaran yang ia miliki tentu tidak akan mencukupi.

Meski demikian, jika anggaran tersebut tidak mencukupi, pihaknya akan melakukan pengajuan terhadap BPBD Provinsi agar dibantu anggaran untuk air bersih. “Karena kata dia menurut prediksi dari BMKG, Kabupaten Bangkalan masih dalam kondisi hari tanpa hujan,” pungkasnya. (if/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: