Hiburan, Seni dan Budaya

Lewat Bowoh, Penyandang Tuna Rungu Bisa Menonton Film

Industri film pendek di Kota Malang nampaknya sudah mulai menggeliat. Namun belum ada yang baru dari industri film itu. Misalnya, bagaimana film pendek mampu menjadi jembatan bagi para penyandang disabilitas, terutama tuna rungu agar bisa menonton film.

Hal ini pula yang membuat gelisah Sakti Wawan produser film. Sakti pun akhirnya membuat sebuah film pendek berjudul ‘Bowoh’. Di mana, dalam film besutannya itu, ada penambahan peraga bahasa isyarat di pojok kiri bawah untuk para penyandang disabilitas, agar bisa sama-sama menikmati.

“Kita tak bisa bahagiakan semua orang. Tapi di sini tujuan saya mencoba untuk saling berbagi kepada saudara kita, yakni penyandang tunarungu,” ujar Wawan  yang juga jadi pemeran dalam film ‘Bowoh’.

Wawan juga menyampaikan, project film ini berkolaborasi dengan komunitas Akar Tuli. Dalam hal ini pihak Akar Tuli membantu untuk menerjemahkan apa yang ada di film pendek ini dengan bahasa isyaratnya.

“Jadi kita kerjasama, mereka membantu mengisi peraga bahasa isyarat agar para penyandang tunarungu bisa menikmati film pendek ini juga,” ungkapnya.

Untuk prosesnya, lanjut Wawan, ketika film yang bisa dilihat di YouTube Wawan Saktiawan itu sudah jadi, perwakilan dari komunitas Akar Tuli menerjemahkan sembari film tersebut diputar, lalu direkam.

“Saya berencana untuk nonton bareng (nobar) dengan para penyandang tunarungu,” tambahnya.

Wawan mengungkapkan, untuk proses produksi film Bowoh memakan waktu kurang lebih sekitar dua hingga tiga minggu. Dan sebenarnya target untuk merilis film pada bulan September lalu. Namun ia mengungkapkan, ada beberapa kendala seperti penyuntingan dan perekaman peraga bahasa isyarat.

Film ‘Bowoh’  bercerita tentang fenomena kondangan dengan latar pedesaan di Jawa, yang dibalut dengan unsur komedi. Diperankan oleh komika asal Malang, yakni Wawan Saktiawan dan Fajar Mukti, ditambah dengan Bejo Sandy, rencananya film ini akan dirilis pada 4 Oktober 2020.  (hs/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: