Agama

Kemuliaan Istri saat Ia Mengikuti Anjuran Rasulullah SAW, Begitu juga Suami

Pernikahan adalah  ibadah yang disunahkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dalam sabdanya “Annikaakhu Sunnati Faman Roghiba An Sunnati Falaisa Minni” artinya Pernikahan adalah sunnahku maka, barangsiapa yang suka menjalankan sunnahku ia termasuk bagian ahli sunnahku.

Akan tetapi tidak sedikit di tengah tengah pernikahan itu muncul persoalan atau percekcokan. Pemicunya beragam, mulai dari persoalan kecil, salah paham hingga persoalan ekonomi.

Jika terjadi perselisihan maupun perdebatan, ada rambu-rambu yang harus dipedomani. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh KH Nasron Asadi Pengasuh Pondok Pesantren Al Mujaddadiyyah Jl.Setinggil No.1 Demangan Madiun. Dia menyampaikan, pada saat suami istri terjadi perdebatan, seorang istri sebisa wajib memelankan suaranya saat menyampaikan pendapatnya.

“Meski istri merasa pendapatnya itu benar, harus disampaikan dengan suara pelan. Seperti tuntunan dari Rasulullah, Suami merupakan orang yang harus ditaati dan juga dihormati oleh istrinya sebagaimana diterangkan dalam hadis Rasulullah SAW.,” kata KH Nasron dalam acara Madiuntimes Mengaji Sabtu (10/10/2020).

Dia pun lantas menyebutkan hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Al–Hakim, Tirmidzi  “Seandainya aku (Nabi Muhammad, Red) dapat memerintahkan seseorang untuk bersujud pada manusia lain, tentu aku perintahkan seseorang istri untuk bersujud pada suaminya”.

Tak hanya itu, dia juga menambahkan “Dan sebaik baik istri ialah yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka pembicaraan sesuatu perihal yang tidak bermanfaat, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar  bingar dan juga setia pada suaminya” diriwayatkan Imam An–Nasa’i.

Dia melanjutkan, memang tiap orang tentu pernah melakukan kesalahan dan juga kekhilafan, tak terkecuali  seorang suami. Namun seorang istri bisa mengingatkan suami dengan suara yang lemah lembut (baik), tidak membentak maupun menyinggung perasaannya.

Begitu pula kebalikannya, bila istri melakukan kekeliruan, suami pula wajib dapat mengingatkan istri dengan tutur kata yang lemah lembut. “Tidak membentak dan juga menyakiti raga ataupun perasaan istri,” kata dia.

Apabila dari keduanya bersama sama melaksanakan perintah dan anjuran Rasulullah maka, keluarga yang Sakinah Mawaddah Warohmah akan tercipta.

“Jelas kunci semua kebaikan adalah ketaatan pada Allah, manakala manusia itu taat pasti akan menghasilkan kebaikan pada hamba itu sendiri,”pungkasnya. (yc/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: