Pendidikan

UIN Malang Bagikan Masker, Alat Tulis, dan Snack Sehat untuk Anak-Anak di Sekitar Kampus 3

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Seperti halnya yang dilakukan kepada ratusan anak dari 12 lembaga Taman Pendidikan Alquran di sekitar Kampus 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang, di Dusun Precet, Dau, Kabupaten Malang, Senin sore (12/10/2020).

Siswa Taman Pendidikan Alquran  ini diberi motivasi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta semangat belajar dalam masa pandemi ini. Pemberian motivasi itu juga diikuti dengan pemberian 818 masker, alat tulis, dan snack sehat. Kegiatan tersebut dikemas dalam bakti sosial untuk memperingati Dies Maulidiyah ke-59 UIN Malang.

Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus peduli terhadap masyarakat. “Perguruan tinggi harus peduli terhadap masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan, maka yang kami berikan masker dan alat tulis kepada anak anak,” ucapnya kepada media ini.

Ia menambahkan, bahwasanya kehadiran kampus 3 UIN Malang harus menyatu dengan masyarakat. Sebab sesungguhnya kampus juga milik masyarakat. Ia juga berharap kampus 3 ini menjadi pusat pengembangan pendidikan dan peradaban serta bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

“Harapan saya kampus 3 bisa menjadi pusat pengembangan pendidikan dan peradaban. Jadi kehadiran kampus ini bisa membawa perubahan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Dosen FKIK UIN Malang dr Christyaji Indradmojo SpEM selaku koordinator menambahkan, bakti sosial ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak berperilaku hidup bersih dan hidup sehat. “Artinya kita ngajarin anak-anak dalam pandemi ini agar lebih menjaga jarak, mencuci tangan, dan kalau berkerumun pakai masker,” tuturnya.

Edukasi untuk hidup sehat dan bersih serta memotivasi anak-anak untuk semangat belajar di bakti sosial ini juga dilaksanakan oleh para mahasiswa. Edukasi disampaikan dengan ringan sehingga anak-anak tidak jenuh. Sehingga, jika anak-anak tertib berperilaku hidup sehat dan bersih serta memperhatikan protokol kesehatan maka akan menularkan ke orang tuanya.

“Jadi ini kita melakukan strategi edukasi dengan pendekatan lain. Karena mungkin masyarakat jenuh dengan informasi kesehatan selama ini, jadi kita mulai dari sini harapannya anak anak mau orang tuanya akan mengikuti,” tandasnya. (iiz/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: