Peristiwa

Dinkes Kota Yogyakarta Sosialisasikan Perda KTR, Sebut Perokok Rentak Terkena Covid-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta sosialisasikan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sosialiasi ini selain bertujuan mengurangi jumlah perokok, juga untuk mencegah virus Covid-19 tersebar dan menyerang para perokok. Di mana, perokok disebut sebagai pihak yang sangat rentan terserang Covid-19.

Sosialiasi Perda KRT yang regulasinya sudah diterapkan sejak 2018 lalu, tapi masih urgen terus dimasifkan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya Emma Rahmi Aryani, di Cavinton Hotel Yogyakarta,Selasa (13/10/2020).

Pasalnya, dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, jumlah perokok di Indonesia sebanyak 28.8%.  60% dari perokok tersebut diketahui merokok sejak umur 9-10 tahun.

Hal ini semakin mengkhawatirkan dengan adanya serbuan virus korona yang telah menelan banyak korban.

Emma menuturkan, bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena Covid-19. Hal ini karena merokok menekan fungsi sistem imun yang memicu peradangan saluran nafas. Merokok menyebabkan kapasitas paru-paru berkurang sehingga meningkatkan penyakit serius.

“Orang yang merokok dapat menularkan virus dari tangan ke mulut, karena menyentuh bibir dan sebaliknya. Selain itu, merokok meningkatkan reseptor sel virus yang juga menjadi reseptor virus Covid-19,” ujarnya.

Emma juga berharap dengan Perda ini mampu mengurangi angka perokok dan mencegah perokok pemula yang semakin banyak dijumpai.

Sebagai informasi, sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan hasil kerjasama antara Dinkes Kota Yogyakarta dengan The Union. Diikuti oleh organisasi profesi, puskesmas, lurah, dan komunitas di Kota Yogyakarta.

Fauzi Ahmad Noor, pemateri dari The Union menuturkan. bahwa kawasan KTR meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar-mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, dan tempat kerja.

“Adapun tempat merokok di luar gedung, seperti tempat kerja dan fasilitas umum harus yang tidak dibuat lalu lalang. Namun intinya adalah bagaimana Perda KTR ini melarang orang untuk merokok di dalam gedung,” ucapnya. (aw/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: