Wisata

Kunjungi Destinasi Wisata Tebing Lingga, Pjs Bupati Trenggalek Ajak Pokdarwis Maksimalkan Potensi Alam

TRENGGALEKTIMES – Kunjungi salah satu destinasi wisata di Trenggalek, Pejabat Sementara (PJs) Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto berpesan untuk jaga baik-baik potensi wisata yang ada.

Didampingi jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pjs Bupati Trenggalek sempatkan berkunjung ke wisata Tebing Lingga yang berada di Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, tepatnya 19 Km dari pusat Kabupaten Trenggalek. “Tempat Ini sangat bagus dan alami, bahkan keasriannya terasa dingin dan sejuk,” kata Benny, Selasa (13/10/2020).

Dalam percakapannya bersama pokdarwis setempat, Benny meminta ada peraturan tentang larangan penjarahan barang yang ada di tempat wisata. “Hal itu mungkin sepele, namun dengan terjaganya hal itu akan menjadikan kenyamanan bagi pengunjung atau wisatawan yang datang,” katanya.

Benny juga mengingatkan agar pelayanan pada wisatawan agar selalu diperhatikan. Menurut Benny jika ada satu kali saja pelayan tidak baik, maka satu kali itu pula yang akan dikenang oleh para wisatawan. “Jadi jangan sampai wisatawan membawa pulang hal buruk setelah berkunjung, tegas salah satu pejabat Provinsi Jawa Timur ini.

Pihaknya juga berharap pokdarwis bisa mengoptimalkan potensi yang ada dan menjadikan wisata tebing lingga sebagai salah satu ikon wisata di Kabupaten Trenggalek.

Tidak hanya itu, Benny juga meminta agar Pokdarwis dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan membuat paket wisata. Karena tidak mungkin wisatawan sekali dari Surabaya hanya ke satu tempat. “Beberapa negara telah menerapkan dan terbiasa menggunakan paket wisata, jadi misal masuk ke Trenggalek harus ada tujuan wisatawan ke beberapa destinasi wisata,” pintanya.

Seperti tujuan selanjutnya dari satu lokasi ke lokasi lain, juga harus dipromosikan. Jadi antara satu tempat wisata ke tempat wisata lain saling mempromosikan.

Selain itu Benny juga akan mendorong jajaran Pemkab dan pihak perhutani, agar saling berkoordinasi. Pihaknya menegaskan bahwa destinasi wisata itu bukan merusak lingkungan namun malah menjaga lingkungan dan alam. “Ketika lokasi telah dijadikan wisata, masyarakat akan menyadari pendapatan mereka berasal dari hal itu. Sehingga mereka turut serta menjaga dan terus merawatnya,” pungkasnya. (gry/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: