Hiburan, Seni dan Budaya

Pandemi Covid-19, Siraman Gong Kyai Pradah Digelar Tanpa Mengundang Massa

Upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah di Kabupaten Blitar yang rutin digelar pada bulan Maulid Akhir akan digelar secara sederhana. Kegiatan akan digelar secara terbatas, tertutup dan tidak menghadirkan banyak orang dalam upaya mengurangi resiko penularan Covid-19.

Ya, akibat dari pandemi yang berkepanjangan berimbas pada sebagian besar kegiatan resmi maupun umum terpaksa ditunda dan ditiadakan. Upaya ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat. Apalagi saat ini wilayah Kabupaten Blitar masih berstatus zona oranye Covid-19.

“Pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah pada bulan maulid dimana untuk tahun ini akan jatuh pada akhir Oktober akan digelar secara sederhana, tertutup dan terbatas. Artinya, ritual siraman pusaka ini diselenggarakan sangat minimalis, tidak mengundang massa serta khusus untuk para sesepuh saja,” ungkap Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso.

Dikatakannya, selama prosesi pelaksanaan siramania, seluruh peserta diwajibkan menjalankan langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19.

“Meski pelaksanaannya sedikit berbeda tidak mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT. Dan semoga badai Covid-19 segera berakhir sehingga kehidupan kembali normal seperti semula,” imbuh Birokrat yang juga seorang Dalang.

Lebih dalam Suhendro menyampaikan, pihaknya menggencarkan sosialisasi dan pemberitahuan kepada warga lokal dan luar kota terkait pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah tahun ini. Ini dilakukan agar saat pelaksanaan tidak ada warga yang dating ke lokasi.

“Kami dari Dinas Parbudpora menggencarkan sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat atau pun pengunjung dari luar kota. Agar saat acara siraman Gong Kyai Pradah tahun 2020 tidak datang ke lokasi,” pungkasnya.  (ar/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: