Olahraga

Tak Kunjung Ada Kejelasan, Manajemen Persik Memilih Kembali Meliburkan Pemain

Nasib insan sepakbola Tanah Air khususnya mereka sebagai seorang pemain maupun pelatih kembali terombang-ambing. Hal ini dikarenakan  penyelenggaraan kompetisi di tahun ini tak kunjung ada kepastian. Alhasil, banyak sejumlah klub lebih memilih meliburkan pemainnya dari sesi latihan.

Hal ini seperti yang dialami oleh Persik Kediri salah satu peserta club Liga 1. Di mana manajemen kembali memilih meliburkan pemainnya, padahal tiga hari kemarin tepatnya pada Senin (12/10/20) para pemain kembali dipanggil untuk mengikuti sesi latihan.

Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahar Basalamah mengatakan, latihan kembali diliburkan mengingat belum jelasnya kompetisi apakah digelar atau tidak. “Jadi, manajemen memutuskan untuk kembali meliburkan latihan,” ungkapnya kepada wartawan Jatim Times, Kamis (15/10/20).

Dikatakan oleh Basalamah, latihan kembali diliburkan dimulai pada besok Jum’at (16/10). Sedangkan kapan latihan tersebut kembali digelar, Basalamah mengaku setelah club benar-benar menerima kepastian jadwal kompetisi dari PSSI selaku induk sepakbola Tanah Air.

“Jadi selama latihan kembali diliburkan. Pemain diberikan hak memilih untuk tetap bertahan di Mess atau pulang kampung. Jika ada yang memilih di Mess sembari menunggu kepastian dari PSSI, maka terkait dengan biaya makan tetap ditanggung oleh manajemen,” ungkapnya.

Terpisah, Faris Aditama, Kapten tim kesebelasan Persik Kediri mengaku kecewa atas ketidak jelasan kompetisi hingga detik ini. Meski demikian, pemain berusia 32 tahun ini berharap agar kompetisi tetap digulirkan karena menurutnya hal itu menyangkut soal nasib pemain.

“Saya berharap kompetisi tetap digulirkan entah menggunakan sistem setengah kompetisi maupun turnamen. Intinya yang terpenting di tahun ini tetap ada kompetisi,” ujarnya.

“Karena bila kompetisi stop, secara otomatis sumber pemasukan juga akan stop. Karena sepakbola adalah satu-satunya sumber mata pencaharian bagi saya pribadi begitupun juga teman-teman pemain lainnya dengan kondisi yang sama,” tuturnya.

Diketahui, kompetisi sepakbola tanah air kembali mengalami penundaan untuk yang kesekian kalinya setelah kabar terakhir kompetisi rencananya akan digelar pada 1 Oktober 2020. Namun rencana ini gagal lantaran Polri tak memberikan izin keramaian yang dilatarbelakangi kondisi tanah air tengah dilanda pandemi Covid-19. (eas/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: