Ekonomi

Sukses Jadi Pembudidaya Ikan Koi, Awalnya Ternyata Sekedar Hobi

Budidaya ikan koi di masa pandemi Covid-19 ini menjadi trend alternatif di Tulungagung. Bagi Ahmad Fauzi, budidaya koi yang telah dijalani selama 5 tahun ini menjadikan berkah sekaligus bertahan dengan situasi ekonomi yang terjadi.

Bapak 3 anak yang beralamat di RT 02 RW 5 ini mengaku awalnya hanya sekedar hobi. Dia sudah mengenal ikan koi sejak dirinya duduk di bangku SMP. Namun dia mulai konsisten memulai budidaya pada Tahun 2015 lalu.

“Sejak saya kelas 2 Tsanawiyah (MTs) sudah menekuni ikan koi ini,” kata Fauzi, Senin (19/10/2020).

Di rumah tinggal Fauzi, koi yang dibudidaya jenis kohaku, sanke dan showa. Ada banyak kolam, baik besar dan kecil di sekitar rumah, tak ketinggalan aquarium besar diletakkan di depan rumah.

“Saya ini selain hobi, sekarang jadi pembudidaya, penjual dan juga eksportir,” ujarnya.

Merawat koi dikatakan Fauzi, agak susah dibandingkan ikan lain. Dibutuhkan ketelatenan dan cukup waktu untuk pembersihan ikan dan pemilihan jenis yang harus diprioritaskan.

“PH air harus dijaga, amoniak tidak boleh berlebih dan ini berbeda dengan budidaya ikan lain seperti lele gurame yang cukup menjaga asupan makanan,” terangnya.

Menurutnya, pada budidaya koi, harus merawat airnya. Nantinya air tersebut yang akan merawat ikan. Untuk itu peran filter air dan erator sangat penting.

“Jika air terawat, maka warna dan
corak ikan akan semakin terang sehingga membuat nilai jual ikan semakin tinggi,” paparnya.

Tantangan lain dalam merawat koi adalah mengidentifikasi penyakit pada ikan. Berbagai macam penyakit harus diperhatikan sebelum ikan terlanjur rusak atau mengalami kematian.

Saat ini, permintaan benih ikan koi melalui cukup tinggi sehingga harus antre jika ingin melalukan pemesanan.

“Jika pesan sekarang harus antre, tidak bisa instan di dapatkan,” tuturnya.

Untuk pembenihan sendiri, dibutuhkan tiga indukan ikan, dua jantan dan satu betina yang dimasukkan dalam satu kolam.

Ukuran indukan juga harus sama, yaitu minimal 60 centimeter agar mendapatkan benih yang besar.

“Saya lebih ke pemasaran, setiap saat melayani kiriman pemesanan ke luar kota,” jelas sekretaris Wong Koi Tulungagung ini.

Harga ikan koi sendiri disebutkan Fauzi, dikisaran Rp 100-500 ribu per ekor untuk kelas pasaran dengan ukuran 25-35 centimeter. Sedangkan untuk koi kelas kontes harganya di atas Rp 1 juta atau bahkan bisa puluhan juta rupiah per ekornya. (ab/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: