Peristiwa

Bus DAMRI Diprotes Sopir Angkot, Warga Sumbermanjing Minta Kembali Beroperasi

Sejak pekan lalu, operasional Bus DAMRI dengan rute Terminal Arjosari ke Sendang Biru diberhentikan sementara. Hal itu dilakukan lantaran sempat ada perbedaan pendapat antara pengelola Bus DAMRI dan para sopir angkutan umum di Malang Raya.

Tuntutan penghentian operasional tersebut salah satunya ditenggarai lantaran adanya penurunan penghasilan dari para sopir angkutan umum paska bus DAMRI beroperasi ke wilayah Malang Selatan. Sehingga, manajemen Bus DAMRI sendiri memilih menghentikan operasional sembari menunggu jalan tengah yang tepat.

Namun belakangan, penghentian operasional bus DAMRI tersebut nampaknya diprotes dan dikeluhkan oleh masyarakat. Mereka yang merasa terbantu dengan dioperasikannya bus DAMRI meminta agar bus pariwisata tersebut kembali dioperasikan.

Salah satunya disampaikan Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Yonatan Saptoes melalui surat pernyataan dukungan yang ditandatangani pada 4 November 2020.

Dalam surat tersebut, Yonatan menyampaikan dukungan penuh atas keberlanjutan pelayanan operasional transportasi pada kawasan strategis pariwisata nasional di wilayah Malang Selatan dengan rute Arjosari Sendang Biru lewat Pantai Balekambang.

Dalam surat itu, disebutkan jika beberapa pertimbangan yang menjadi dasar adalah, karena selama ini belum ada pelayanan transportasi umum yang menghubungkan rute dan tujuan kawasan wisata pantai Malang Selatan (pantai Ngliyep Donomulyo, pantai Sendangbiru Desa Tambakrejo).

Pertimbangan kedua, untuk menunjang kebutuhan wisatawan perlu adanya moda transportasi yang cukup memadai, sebagai daya dukung pengembangan Malang Selatan sebagai kawasan seribu pantai. Ketiga, dalam masa menghadapi adaptasi Kebiasaan Baru setelah pandemi Covid-19 perlu adanya penyesuaian dan pemulihan perekonomian secara bertahap dengan cara menekan biaya pengeluaran operasional kebutuhan masyarakat yang lebih ekonomis.

“Keempat, dengan hadirnya Damri akan menjadi salah satu solusi dan jawaban akan kebutuhan masyarakat yang selama ini diharapkan,” tulisnya.

Dukungan juga datang dari beberapa kelompok organisasi seperti Kelompok Nelayan Rukun Jaya, Pokmaswas Goal, KTH Bhakti Alam Lestari, hingga Kelompok Pedagang Pasar Adi karya Pasar Kin yang berharap agar bus DAMRI kembali dioperasikan.

Kelompok tersebut membuat surat pernyataan permohonan keberlanjutan operasional angkutan umum Damri yang sudah beroperasi sejak 15 Oktober sampai dengan 29 Oktober lalu, dengan rute Arjasari-Balekambang Sendang Biru. Karena operasional armada tersebut dinilai sangat membantu masyarakat yang membutuhkan kepastian pelayanan transportasi umum yang aman, nyaman dengan harga rakyat.

“Kami masyarakat yang di Malang Selatan sangat terbantu dengan kehadiran Armada bus Damri. Bus umum Damri tidak hanya untuk pelayanan wisatawan tapi juga menjadi pelayanan masyarakat umum,” katanya.

“hal-hal yang menyangkut pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan kebijakan ini, tepatnya diselesaikan sebijaksana mungkin dengan tetap mengutamakan kepentingan umum di atas segalanya,” jelas poin keempat surat pernyataan tersebut. (pa/dn)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: