Olahraga

Aremania Minta ‘Satu’ Arema, Wali Kota Malang dan Ketua DPRD Kota Malang Ambil Sikap

Perpecahan di dalam tubuh PSSI yang membuat dualisme kompetisi yakni Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) membuat sejumlah tim di Indonesia juga ikut dalam irama dualisme tersebut.

Bahkan saking lamanya tidak menyentuh isu dualisme tersebut, klub besar seperti Arema sampai saat ini masih mengalami dualisme. Ada nama Arema FC yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air dan Arema Indonesia yang berlaga di kompetisi Liga 3.

Perbedaan keduanya tersebut membuat Aremania sebagai suporter setia nama klub Arema saat ini kembali resah. Bukan hanya sekali, keresahan Aremania ini sempat terjadi di beberapa tahun silam yang bahkan sempat muncul inisiasi untuk memediasi kedua kubu tersebut, yang ternyata gagal tercapai karena kendala tertentu.

Saat ini, Aremania kembali menggelorakan isu tersebut yang kemudian turun ke jalan dengan aksi damai yang digelar di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11/2020). Ratusan Aremania itu meminta bantuan pemerintah Kota Malang untuk menelusuri jejak yayasan Arema yang saat ini bisa dibilang ditelan bumi.

Dalam hal ini, pemerintah daerah diwakili Wali Kota Malang Drs Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika langsung menemui Aremania yang melakukan aksi damai. Mereka secara umum menerima aspirasi Aremania dimana untuk kembali membuat nama Arema menjadi satu.

Namun di lain sisi, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengaku baru mendengar bahwa Arema ada perbedaan selama berkiprah di persepakbolaan nasional. Yang ia ketahui justru tim Singo Edan yang berlaga di kompetisi sepak bola saat ini dan yang didukung Aremania adalah yang klub sesungguhnya.

“Saya jujur sebagai Aremania, dan pencinta Arema, saya tidak tahu kalau ada perbedaan. Bagi saya Arema siapa yang mengikuti kompetisi ya itu. Ternyata di dalam kita juga tidak tahu. Kalau bagi saya, di permukaan tidak ada perpecahan Arema. Malah Salam Satu Jiwa Arema menyatukan kita semua,” terang Made.

Ungkapan Made memang ada benarnya, karena selama kurun waktu sembilan tahun ini Arema dengan embel-embel nama apapun itu bisa mengikuti kompetisi sepak bola nasional tanpa adanya permasalahan. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Aremania yang mau turun ke jalan untuk membuat nama Arema kembali menjadi satu di Malang.

Namum dalam hal ini, Made siap mengawal Wali Kota Malang Drs Sutiaji yang menjanjikan bahwa seminggu kedepan akan ada kejelasan siapa pemilik yayasan Arema yang sebenarnya. “Ternyata ada riak seperti ini, kalau bisa secepatnya diselesaikan, supaya Salam Satu Jiwa ini menjadi satu, bukan hanya slogan. Diharapkan semua menjadi satu,” kata Made.

“Saya mengapresiasi, saya yakin Aremania dengan kreativitasnya mereka pasti tidak akan anarkis. Kita sering melihat, Arema kalah berapa, mereka tidak anarkis,” imbuhnya.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera melakukan pelacakan, kemudian untuk dikoordinasikan ke Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia). Dalam hal ini agar segera diketahui siapa pengurus Yayasan Arema resmi yang tercatat di Kemenkumham tersebut.

“Nanti pak sekda (Sekretaris Daerah) akan melacak yayasan, tentu kami juga akan ngundang, kami akan lihat ceritanya gimana, dan kami mediasi. Yang saya inginkan sama dengan mereka (Arema) satu, mereka merindukan kedamaian di awal-awal Arema. Tidak ada Arema A atau pun Arema B,” terangnya.

Pihaknya menyebut, pekan depan Aremania akan mendapat kepastian terkait kepengurusan Yayasan Arema yang saat ini seakan berkonflik dengan hadirnya dua kubu klub. Sehingga, konflik dualisme berakhir dan yang ada hanya satu Arema. “Intinya minggu depan sudah ada kepastian siapa sebetulnya yayasan Arema ini,” tandasnya.  (hs/yah)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: