Serba-Serbi

Kabel Keleleran Setrum Petani hingga Tewas, Aktivis BPB Desak PLN Pasang Tiang

BANGKALANTIMES – Peristiwa nahas menimpa Saruna, warga Bangkalan akibat sengatan kabel listrik yang keleleran di sawah membuat aktivis Barisan Pemuda Bangkalan (BPB) angkat bicara. Menurut ketua BPB Ahmad Annur, kejadian duka itu diakibatkan kurangnya perhatian dari PT PLN (Persero) Unit Pelayan Rayon Blega.

Sebab kata dia banyak kabel aliran listrik yang berserakan di mana-mana, baik di pinggir jalan hingga di persawahan. “Buktinya kemarin menimpa Ibu Saruna, itu disebabkan karena tidak adanya tiang listrik,” ungkap Ahmad sapaan lekatnya, kepada BangkalanTIMES.com, Senin (16/11/2020).

Padahal Ahmad mengaku sudah dua bulan ini, dia bersama teman-temannya mengawal urusan listrik di Bangkalan, bahkan sampai ke Pamekasan. “Tapi kenyataannya hingga saat ini belum ada respons dari pihak PLN, entah nanti setelah ada korban seperti sekarang ini bagaimana responsnya PLN,” ujar dia.

Tidak hanya itu, Ahmad juga menjelaskan terkait kabel listrik yang berada di pedesaan. Menurutnya banyak kabel yang ngetol dari tiang listrik ke rumah warga dengan jarak satu sampai dua kilo meter.

Setelah ia melakukan investigasi ke bawah, ternyata penyebab kematian Saruna tersengat aliran listrik sampai meninggal, disebabkan banyak kabel yang berserakan di tanah. “Dan itu tidak ada tiangnya, tiang hanya ada di desa Galis, Kecamatan Konang, sedangkan aliran listriknya menuju rumah warga Desa Dabung, Kecamatan Geger,” lanjutnya.

Melihat kejadian tersebut, dirinya berharap PLN dapat mengevaluasi diri dan menaikkan semua kabel yang berserakan di bawah dengan memasang tiang. “PLN sekarang harus menertibkan kabel yang berkeleleran di pinggir jalan, karena ini sangat berbahaya. Jangan sampai ada korban lagi. Tahun 2021 ini wajib PLN melakukan perluasan jaringan sampai ke tingkat dusun, dan aliran listrik yang jauh dari tiang segera pasang,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Supervisor Teknik PT PLN (Persero) Unit Layana Rayon Blega Prasetya Aji mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terhadap Kepala Desa Galis Dejeh, bahwa saat ini terkait kabel yang berserakan akan diberikan tiang sementara.

“Kami sudah koordinasikan itu, bahwa sementara ini akan diberikan tiang sementara, dan sambil lalu nanti Kades Galis Deje berkoordinasi dengan kades Dabung akan mengajukan penambahan tiang,” ungkapnya.

Selain itu, PLN sudah melakukan pengaman terhadap kabel-kabel yang bergelantungan di sahwah. “Saat ini sudah kami amankan sementara,” tuturnya.

Ditanya kapan akan memberikan tiang terhadap kabel yang berserakan itu, pihaknya mengaku masih belum bisa memastikan. Sebab dirinya masih akan melakukan koordinasi terlebih dahulu terhadap PLN Pamekasan. “Untuk saat ini belum bisa memastikan mas, karna kami akan melakukan koordinasi dulu ke PLN Pamekasan,” ujarnya.

Adapun tindakan secepatnya, PLN dan Kepala Desa Galis Dejeh akan melakukan tindakan dengan memberikan aring laba-laba untuk menyanggah kabel yang berserakan. “Sementara itu nanti yang akan kami lakukan,” pungkasnya. (if/yah)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: