Serba-Serbi

Fakta Menarik Masjid Tertua di Korea Selatan, Sangat Megah dan Punya Pusat Kajian Islam

Populasi umat muslim di Korea terus berkembang setiap tahun. Bahkan, Negeri Ginseng tersebut juga memiliki berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas umat muslim. Mulai dari ketersediaan rumah makan atau restoran halal hingga tempat beribadah atau masjid yang sangat besar dan mewah.

Setiap muslim yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan mendatangi Kota Seoul mungkin pernah mampir di masjid terbesar dan tertua di Korea Selatan tersebut. Sederet fakta menarik pun dimiliki oleh Masjid Sentral Seoul tersebut.

Dilansir dari channel YouTube, Sleepy Nut, disebutkan bahwa masjid megah tersebut berada di Itaewon, Seoul. Masjid ini dibangun pada saat Pemerintah Korea Selatan menyumbangkan sebidang tanah bagi perkembangan Islam pada 1970.

Tanah yang disumbangkan ketika itu seluas lima ribu meter persegi. Pembangunan masjid pun mendapatkan bantuan dari berbagai organisasi di negeri Islam seperti Timur Tengah dan Malaysia.

Masjid tersebut memiliki luas bangunan 427 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai. Masjid sentral tersebut mampu menampung hingga delapan ribu jamaah.

Lantai pertama berfungsi sebagai kantor Korean Muslim Federation (KMF). Lantai dua seluas 427 meter persegi digunakan untuk salat jamaah pria dan lantai tiga untuk salat jamaah perempuan. Di halaman masjid terdapat madrasah yang merupakan bantuan Arab Saudi dan Islamic Research Institute.

Masjid bernuansa warna putih ini memiliki sederet kemegahan dan pernak-pernik yang menarik. Di antaranya memiliki dua menara pada bagian depan bangunan. Selanjutnya juga memiliki menara bulan dan bintang sabit layaknya masjid pada umumnya.

Bukan hanya itu. Masjid  Sentral Seoul juga memiliki lafadh takbir yang diletakkan di pintu utama masjid dengan huruf Arab berukuran besar. Ada pula tulisan dua kalimat syahadat yang ditulis dalam huruf Hangul di bagian gerbang pintu masjid.

Berbagai kegiatan mengenai Islam pun dilaksanakan di masjid terbesar dan tertua tersebut. Salah satunya Prince Sultan Islamic School yang mengajarkan  kajian Al-Quran, hadis nabi, dan fikih. Selanjutnya ada Islamic Culture Research Institute yang menjadi wadah berkumpulnya umat muslim se-Korea Selatan.

Itaewon sendiri memang merupakan kawasan multikultural di Seoul. Berbagai aktivitas banyak ditemukan di sana dan bukan hanya yang berkaitan dengan Islam.

Perkembangan Islam di Korea Selatan memang terbilang masih baru. Sebab, selama masa Dinasti Joseon, aktivitas dan budaya asing tak diterima dengan mudah dan sangat sulit masuk. Hingga akhirnya terjadi beberapa peristiwa bersejarah di Korea Selatan. Mulai dari masuknya Jepang pada 1910 dan terjadinya konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara pada 1955 atau yang dikenal dengan Perang Korea.

Saat itu, Korea Selatan berada di bawah naungan pasukan PBB. Ketika itu, tentara Turki yang ikut serta sebagai pasukan PBB memiliki peran besar dalam menyebarkan Islam di Korea Selatan.

Tentara Turki  melakukan dakwah dan penyebaran Islam. Aksi kemanusiaan para tentara Turki itu menarik perhatian para penduduk lokal. Hingga akhirnya melahirkan Abdullah Kim Yu-do dan Umar Kim Jin-kyu yang merupakan orang muslim pertama di Korea Selatan. (pa/hel)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: