Pemerintahan

Ini 10 Kecamatan di Kabupaten Blitar yang Rawan Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, telah memetakan sejumlah wilayah kecamatan rawan bencana longsor.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan BMKG, menyebutkan, diakhir tahun dan awal tahun baru akan terjadi curah hujan tinggi dan perubahan iklim yang sangat cepat akibat dari pengaruh fenomena La Nina.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik, mengungkapkan, antipasi bencana tanah longsor telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Diantaranya BPBD sudah melakukan sejumlah mitigasi kebencanaan, baik sosialisasi maupun bimbingan teknis kepada stakeholder, relawan maupun masyarakat.

“Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut kami sudah melakukan sejumlah mitigasi bencana,” ungkap Cholik.

Dikatakannya juga, BPBD Kabupaten Blitar telah memetakan daerah rawan bencana tanah longsor di wilayahnya.

Berdasarkan pemetaan ada 10 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana longsor. Yakni  Garum, Gandusari, Doko, Wlingi, Kesamben, Selorejo, Bakung, Wates, Panggungrejo dan Kademangan.

“Kesepuluh daerah tersebut masuk kategori rawan karena merupakan daerah perbukitan. Daerah tersebut sering terjadi musibah tanah longsor,” imbuhnya.

Lanjutnya, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di masa perubahan cuaca ekstrem. Di samping imbauan untuk tidak panik, warga juga diimbau untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak panik. Imbauan ini bisa dijadikan referensi supaya mereka terus siaga dan waspada terutama saat hujan lebat disertai kilat melanda,” pungkasnya.  (ar/dn)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: