Kesehatan

Operasi Yustisi di Kafe, 165 Pengunjung di Rapid Test, 8 Orang Reaktif

200 personil gabungan mulai dari Polri, TNI serta Pemkot Malang, kembali melakukan operasi yustisi. Operasi yustisi dilakukan Kamis (19/11/2020) malam hingga Jumat (20/11/2020) dinihari di kawasan Kecamatan Lowokwaru.

Tiga kafe yang ada di kawasan Lowokwaru, yakni Cafe Preston, Cafe Loading dan Cafe Triangle menjadi sasaran operasi yustisi. Pertama, petugas menyasar Cafe Preston, di sana 49 orang dirapid tes, hasilnya tiga orang reaktif.

Di Cafe Triangle, 46 orang pengunjung dilakukan rapid test. Hasilnya dua orang kedapatan reaktif. Dan selanjutnya pada lokasi ketiga, 70 orang dilakukan rapid tes, hasilnya tiga orang pengunjung reaktif.

Artinya, dari tiga kafe yang disisir dalam operasi yustisi, dengan jumlah 165 orang pengunjung yang dirapid test, terdapat delapan orang kedapatan reaktif.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, menjelaskan, setelah diketahui adanya pengunjung kafe yang reaktif, pihaknya kemudian membawanya ke safe house yang ada di Jalan Kawi.

“Penegakan disiplin dan dan penegakan hukum terkait dengan protokol kesehatan menjadi prioritas. Meskipun banyak juga yang bilang sudah berkurang atau lainnya, tidak demikian,” jelasnya, Jumat (20/11/2020).

Setiap harinya, pihaknya telah memerintahkan anggota untuk melakukan patroli protokol kesehatan. Pihaknya juga meminta untuk masyarakat segera menginformasikan bila memang mendapati adanya pelanggaran protokol kesehatan.

“Semuanya kita sentuh. Lokasi-lokasi yang memang melanggar protokol kesehatan pasti kami akan lakukan penindakan. Kita masih harus terus untuk menjaga, supaya kondisi ini bisa tetap terjaga. Kita di zona oranye menuju zona kuning. Jangan pernah lengah,” tegasnya.

Karena itu, untuk terus menekan angka Covid-19 di Kota Malang, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Saya gak ada urusan dengan siapapun, sepanjang melanggar penerapan prokes, ya kita tindak tegas. Saya ga pernah takut soal itu, saya tidak main-main. Artinya, pelaku usaha sendiri yang harus patuh soal ini,” tandasnya. (as/dn)

Powered by WPeMatico

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: