3 Hari Ada 2 Nakes Meninggal akibat Covid-19, Dinkes Keluarkan SOP Baru

 3 Hari Ada 2 Nakes Meninggal akibat Covid-19, Dinkes Keluarkan SOP Baru

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Kasil Rokhmat (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Dalam kurun 3 hari, 2 tenaga kesehatan (nakes) di Tulungagung gugur menghadapi Covid-19. Dengan gugurnya 2 Nakes ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung langsung memanggil pengelola Rumah sakit di Tulungagung, baik swasta maupun milik pemerintah.

Pihaknya membahas sistem kerja untuk nakes di fasilitas kesehatan. “Kita membuat langkah-langkah baru yang lebih berhati-hati pada nakes,” ujar Kepala Dinkes Tulungagung, Kasil Rokhmat, Selasa (24/11/20).

Bentuk kehati-hatian yang diambil antara lain adalah lebih ketat dalam Screening terhadap pasien yang masuk ke faskes. Selain itu ada beberapa SOP yang diubah, untuk melindungi nakes dari penularan Covid-19. “Memberikan istirahat cukup bagi nakes dan shif jaga diperbaiki,” jelas Kasil.

Dengan SOP yang baru ini, diharapkan baik nakes maupun pasien bisa terjaga dari penularan Covid-19. Pengunjung atau pun pendamping pasien juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin.

Sebelumnya, 2 nakes di Tulungagung meninggal akibat Covid19 dalam rentang 3 hari. Pada Senin (23/11/20) seorang nakes berinisial LTP meninggal setelah dinyatakan Covid-19.

LTP sempat dirawat di RS. Putra Waspada di Jalan Jayengkusumo, Tulungagung dengan keluhan kurang enak badan. Di rumah sakit ini LTP dirawat selama 4 hari. Lantaran kondisinya kian parah, LTP dirujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Pada tanggal 21 November, LTP diambil swab nya dan positif covid-19. Dua hari dirawat di RSUD dr. Iskak kondisi LTP tidak menunjukan kondisi membaik. Lalu LTP dirujuk ke RS. Universitas Airlangga Surabaya.

Meski mendapat perawatan maksimal, namun nasib berkata lain. LTP dinyatakan meninggal dunia pada Senin (23/11/20) akibat Covid-19.

Lalu satu nakes berinisial STR berasal dari Kecamatan Sendang dinyatakan meninggal akibat Covid-19 pada 20 November lalu. STR sebelumnya dirawat di RSUD dr. Iskak pada tanggal 12 November lalu dengan keluhan mirip Covid-19. Lalu yang bersangkutan diambil PCR (Swab) dan dinyatakan positif Covid-19 pada 15 November. (jp/yak)

Powered by WPeMatico

admin