Torehkan Prestasi Gemilang RSUD dr. Iskak Tulungagung

 Torehkan Prestasi Gemilang RSUD dr. Iskak Tulungagung

Sukacita pegawai RAD dr. Iskak saat diumumkan sebagai Gold Winner Achievement kategori service (Joko Pramono for Jatim TIMES)

RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung kembali menorehkan prestasi gemilang setelah mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kali ini, rumah sakit plat merah milik Pemkab Tulungagung itu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Rumah sakit ini dinobatkan sebagai Gold Winner Achievement Kategori Service, mengalahkan 600 peserta lain dalam lomba APEXCON  yang diselenggarakan oleh SHIFT Indonesia. Ini merupakan lomba yang mempertemukan inovator dari seluruh Indonesia.

Lantaran masih dalam kondisi pandemi, pengumuman pemenang dilakukan secara online.

Dalam lomba ini, RSUD dr. Iskak mengikutsertakan inovasi “DAMAI” (daily maintenance) dalam rangka menekan event downtime pada medical device.

Direktur RSUD dr. Iskak melalui Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Zuhrotul Aini, mengatakan, sebenarnya pihaknya mengikut sertakan 3 Inovasi. Sayang 2 inovasi lainya tak semoncer DAMAI.

Kompetensi ini lebih mengedepankan improvement (peningkatan) yang bermuara pada efisiensi pelayanan terhadap masyarakat.

“Improvement ini efisiensinya dan pengembangan pelayanan,” ujarnya yang juga menyebutkanDAMAI lebih diproyeksikan pada penyiapan alat-alat medis.

Petugas DAMAI memastikan seluruh alat yang digunakan selalu siap, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa maksimal.

“Sehingga itu nantinya akan mengurangi kerusakan dan membuat alat lebih awet,” papar dokter berjilbab itu.

Aini juga menjelaskan, perawatan yang dilakukan dilakukan setiap hari sebelum alat medis digunakan. Petugas akan memeriksa alat, membersihkan, memperbaiki dan mempersiapkan alat medis sebelum digunakan. Dengan perawatan yang dilakukan ini, alat medis yang digunakan mengalami penurunan kerusakan hingga 20 persen.

Tak mudah untuk mengaplikasikan DAMAI pada rumah sakit sebesar RSUD dr. Iskak. Untuk memulai DAMAI dilakukan dengan maping (pemetaan) alat medis yang ada dan potensi kerusakannya. Lalu dilanjutkan dengan penyiapan SDM (sumber daya manusianya) dan tim pemeliharaan.

Selanjutnya tim yang sudah dibentuk dilakukan training (pelatihan) untuk mengenal jenis alat dan apa yang harus dilakukan. Setelah mendapat pelatihan, tim akan melakukan tugas-tugasnya.

“Tim ini akan melakukan daily maintenance di unit-unit di seluruh rumah sakit,” terangnya.

Inovasi ini tak bisa berdiri sendiri. Setelah dilakukan perawatan, tim harus membuat laporan dari tugas yang telah dilakukannya. Untuk pelaporan ini tidak dimungkinkan dibuat dengan kertas, lantaran jumlah unit yang diperiksa berjumlah ribuan. Untuk mengakali permasalahan tersebut, dibuatlah GUNDALA. Program ini menggunakan google sheet sebagai pengganti kertas. Selain lebih ringkas lantaran tak menggunakan kertas, google sheet juga bisa diakses kapan saja dan di mana saja. (jp/dn)

Powered by WPeMatico

admin