Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020

by -67 views
Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020

ILUSTRASI. Meski bisnis mengalami tekanan akibat pandemi, pangsa pasar unit link masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang tahun 2020.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Khomarul Hidayat

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Meski bisnis mengalami tekanan akibat pandemi, pangsa pasar unitlink masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020. Tercatat, pangsa pasar unitlink mencapai 63,90% hingga Oktober 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pangsa pasar tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang sebesar 54,69%. Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan kenaikan tersebut didorong kepercayaan investor terhadap produk unit link.

“Investor yakin bisa memanfaatkan perlindungan kesehatan yang diberikan di tengah pandemi, serta potensi imbal hasil dari investasi unit link tentunya,” kata Parto dalam diskusi online, Kamis (18/2).

Dari realisasi tersebut, ia meyakini unitlink masih menjadi tempat investasi yang menarik bagi masyarakat. Bisnis unit link diperkirakan akan meningkat sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global IMF sebesar 5,5% pada tahun 2021.

Baca:  Produk asuransi berbalut investasi bakal dorong laba asuransi umum

Baca juga: Pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap industri asuransi di Indonesia

“Serta didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengindikasikan masih ada ruang bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk asuransi lebih lanjut dengan memberikan layanan terbaik bagi nasabah, baik dari sisi benefit hingga yield,” kata Parto.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memprediksikan bisnis unit link akan bangkit jika ada kejelasan terkait program vaksin. Jika semakin banyak orang mendapatkan vaksin, bisnis unitlink juga akan terangkat.

Selain itu, pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) dan relokasi ibu kota juga turut mendongkrak perekonomian. Apalagi, kata dia, ada sebanyak 136 perusahaan asing yang akan direlokasi dari negara lain ke Indonesia, seperti diungkapkan Kepala BKPM sebelumnya.

Baca:  Fintech Youtap sudah layani 150.000 pengusaha

Merujuk data OJK, realisasi premi unit-linked industri hingga Oktober 2020 mencapai Rp89,04 triliun. Sedangkan pada 2018 dan 2019, premi unit-linked masing-masing sebesar Rp90,23 triliun dan Rp101,86 triliun.

Sejumlah pelaku asuransi, masih mencatatkan kinerja positif. Contohnya, BNI Life berhasil mendapatkan premi unit link sebesar Rp. 1,82 triliun pada tahun 2020. Angka itu naik 10% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp. 1,65 triliun.

“Pada tahun 2020, produk asuransi unit link berbasis pendapatan tetap relatif lebih baik dibandingkan produk berbasis saham,” kata Eben Eser Nainggolan, Direktur Keuangan BNI Life.

BNI Life mengklaim akan selalu menjaga kepercayaan nasabah dalam mempercayakan perlindungan finansial dan perencanaan keuangan. Tahun ini, perseroan menargetkan premi unit link sebesar Rp 1,9 triliun dengan imbal hasil sebesar Rp 680 miliar.

Baca:  BRI himbau nasabah segera ganti ATM strip magnetik dengan kartu chip

Menurut dia, nasabah akan memilih produk asuransi sesuai kebutuhan dan risk appetite mereka. Kinerja produk berbasis pasar uang dan pendapatan tetap cenderung stabil.

Sementara itu, kinerja produk berbasis saham tahun ini akan relatif lebih tinggi namun dengan volatilitas yang tinggi, sehingga semua pihak akan beralih ke risk appetite dan kebijakan nasabah dalam memilih.

“Strategi investasi unit link tahun ini akan tetap menjaga kualitas aset underlying, baik obligasi maupun saham, terutama dengan meningkatkan alokasi untuk saham-saham berkapitalisasi besar,” tambah Eben.



Komentar