Bank Victoria akan mulai ekspansi digital di tahun 2021

by -59 views
Bank Victoria akan mulai ekspansi digital di tahun 2021

ILUSTRASI. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) siap berekspansi tahun ini untuk melebarkan lini ke bisnis digital.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Khomarul Hidayat

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) siap berekspansi tahun ini untuk memperluas lini bisnis perseroan. Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar mengatakan, pihaknya akan mulai fokus meningkatkan layanan digital bagi nasabah.

Fokus saat ini adalah pengembangan internet banking dan mobile banking. Salah satu produk terbaru yang diluncurkan adalah Deposito Online yang dapat diakses secara online.

“Kami terus mengembangkan arah bisnis ke depan, mulai dari segmen komersial dan UKM. Kami juga mengembangkan produk konsumer untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” ujarnya dalam Virtual Public Expose, Rabu (3/3).

Baca:  Jadwal pemblokiran kartu ATM Mandiri semakin dekat, ayo segera ganti kartu!

Baca juga: Tren Neobank, Saham Bank Kecil Terbang

Fajar juga mengungkapkan untuk mendorong fungsi intermediasi, Bank Victoria juga akan mengembangkan produk kredit berbasis digital. Selain itu, bank ini juga akan memperluas kerja sama dengan perusahaan financial technology (fintech) dan e-commerce untuk memperkuat layanan.

Wakil Direktur Utama Bank Victoria Rusli menambahkan dari sisi ekspansi bisnis, Bank Victoria akan mempercepat perluasan kantor di luar Jabodetabek. Salah satunya dengan mengurangi jumlah kantor eksisting di Jabodetabek yang dinilai belum optimal.

Sekadar informasi, bank berkode BVIC ini tercatat memiliki 63 jaringan kantor bisnis. Terdiri dari 1 kantor pusat, 14 kantor cabang, 45 kantor cabang pembantu dan 3 kantor kas.

Baca:  Segera ganti kartu ATM ke chip

Sementara dari sisi permodalan, Bank Victoria akan tetap mengandalkan pendanaan dan komitmen dari pemegang saham. Asal tahu saja, hingga akhir September 2020, modal inti Bank Victoria masih Rp 1,92 triliun. Masih di bawah ketentuan minimal OJK sebesar Rp3 triliun pada tahun 2022.

“Kami berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang berlaku dengan meningkatkan secara organik. Kami juga memiliki rencana untuk menambah modal dari pemegang saham dan aksi korporasi lainnya. Nanti dari grup kami Victoria Group dan DEG dari Jerman,” kata Fajar.

Namun, untuk saat ini, Bank Victoria masih belum memiliki rencana aksi korporasi atau penyetoran modal dalam waktu dekat.


Baca:  Aset dana pensiun diperkirakan tumbuh hingga 15% pada tahun ini
Video Pilihan
-->