TIKI Denpasar Bergolak, Pekerja Mogok, Edward: Itu Urusan Pribadi Tri

by -25 views
TIKI Denpasar Bergolak, Pekerja Mogok, Edward: Itu Urusan Pribadi Tri

DENPASAR – Karyawan TIKI Denpasar di bawah PT. Amanah Abadi Bali menggelar demo sebagai wujud

keberatan dengan pimpinan perusahaan atas dugaan intimidasi dan penindasan terhadap PT. Amanah Abadi Bali.

Padahal, Serikat Pekerja baru berdiri pada 19 Agustus 2020. Disinyalir kantor tersebut tidak setuju hingga Ketua Serikat Pekerja Tri Yanuar Susanto sengaja dimutasi ke Jembrana.

Protes tidak hanya dalam bentuk unjuk rasa, tetapi juga aksi mogok berdasarkan Pasal 137 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tri Yanuar menilai ada diskriminasi di mana seorang karyawan mendapat banyak pekerjaan. Saat ada demonstrasi, prosesnya dibuang.

“Kami ingin aman menurut hukum di tempat kerja, tanpa diskriminasi. Ada diskriminasi kerja

Baca:  Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk pemulihan

pekerjaan pengiriman ganda. Memang gaji kita dapat lebih, tapi belum ada kejelasan kirim, ”jelas Tri Yanuar Susanto.

Usai demonstrasi, karyawan TIKI Denpasar mengeluarkan empat pernyataan sikap terhadap direksi perusahaan.

Pertama, buruh menolak segala upaya pemberantasan PT. Amanah Abadi Bali;

Kedua, karyawan meminta perusahaan untuk memenuhi hak karyawan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.

Ketiga, karyawan mengkritisi rendahnya sistem gaji karyawan yang diberlakukan oleh perusahaan. Keempat, pekerja menolak PHK sewenang-wenang.

Kelima, Buruh meminta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali untuk serius memantau pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Amanah Abadi Bali.

Menurut Tri Yanuar, konsep pencatatan Serikat Pekerja menjadi semrawut ketika pekerja seolah harus meminta izin dan perusahaan yang diminta oleh Dinas Tenaga Kerja.

Baca:  Minim Jumlah Siswa, 12 SD di Tabanan Diregrouping

Karena pada dasarnya pembentukan serikat pekerja / serikat buruh tidak perlu mendapat ijin perusahaan karena itu adalah pemberitahuan.

Atas tindakan represi tersebut, karyawan tersebut melapor ke Polda Bali dengan No. Reg Dumas: 34 / XII / 2020 / Ditreskrimsus tanggal 23 Desember 2020.

Pengacara PT. Amanah Abadi Bali, Edward Tobing, mencontohkan aksi unjuk rasa diprovokasi oleh satu orang, yakni Tri Yanuar, yang bermasalah karena dipindahkan ke Jembrana.

Menurut Edward Tobing, Tri Yanuar memprotes karena tidak terima dicampakkan. Erdward mengatakan, Tri Yanuar mengimbau teman-temannya untuk melakukan tindakan ini.

“Masalahnya bukan dari Serikat Pekerja, tapi dari penampilan pribadi Tri Yanuar yang pada awal November 2020 memesan Jembrana, tapi dia menolak.

Baca:  Menhub jajal motor listrik buatan dalam negeri

Kami telah memperingatkan. Namun, dia tetap mengangkat nama Serikat Buruh. Kalau dia Serikat Pekerja, apakah dia resmi terdaftar di Kantor Ketenagakerjaan, ”ujarnya.

Edward meminta untuk tidak melibatkan staf lain untuk urusan pribadi. Bahkan, pihaknya mengakui tidak akan ada represi jika pembentukan serikat pekerja yang semula sesuai dengan koridor hukum.

.

Komentar