Parah! Dana BKK Untuk Sesajen Se-Kota Denpasar Dikorupsi

by -28 views
Parah! Dana BKK Untuk Sesajen Se-Kota Denpasar Dikorupsi

DENPASAR– Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2020/2021 untuk pengadaan poros dan perbekalan di banjar adat tingkat desa di Kota Denpasar diduga rusak.

Dugaan penggalangan dana kini memasuki tahap penyidikan di Kejaksaan Denpasar.

“Ya, memang benar statusnya sudah ditingkatkan dari penyidikan ke penyidikan,” kata Kepala Intelijen Kejaksaan Denpasar Kadek Hari Supriadi dalam wawancara, Rabu (21/4).

Penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) tanggal 16 April 2021.

Hari menjelaskan, penanganan kasus dimulai dengan pelaporan umum. Atas laporan ini, Kejaksaan Denpasar melakukan pemeriksaan.

Dalam proses penyidikan, Kejaksaan Denpasar meminta sejumlah pihak mendapatkan informasi. Mulai dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar hingga aparatur adat. Selain itu, jaksa juga mengumpulkan materi dan data lainnya.

Baca:  Harap Bisa Hidup Normal, Animo Warga Suntik Vaksin di Jembrana Tinggi

“Dari pemeriksaan saksi dan data didapat fakta hukum yang ada dugaan malpraktik,” jelas Hari. Sumber dana BKK berasal dari APBD Kota Denpasar dan sebagian dari APBD Pemprov Bali, tambah mantan Kepala Pidum Buleleng Kejari itu.

Ditanya soal besaran kerugian nasional, Hari enggan menjelaskan. Soal kerugiannya nanti. Biar JPU penyidik ​​bekerja dulu, kalau sudah jelas kami akan beri tahu, ”jawabnya diplomatis.

Menurut Hari, jaksa penyidik ​​belum menyita barang bukti dan dokumen. Jaksa baru mengumpulkan bukti saksi dan instruksi surat.

Saat ini, penyidikan masih fokus pada pengumpulan barang bukti untuk menentukan tersangka lebih lanjut. “Setidaknya ada dua alat bukti untuk menentukan tersangka,” ucapnya.

Baca:  Indonesia maju ke semifinal FIBA Esports Open III 2021

Kembali ditanya apakah ada instruksi khusus dari Kajar Denpasar, Yuliana Sagala, karena baru-baru ini Yuliana berjanji akan membuatkan produk untuk menangani kasus korupsi, Hari mengatakan tidak ada instruksi khusus dari Kasiswa.

“Tidak ada instruksi khusus dari Bu Kajari. Instruksi itu agar jaksa melakukan penyidikan dan pemeriksaan sesuai prosedur,” pungkasnya.

.

Komentar