Barakuda “Nongkrong” di Akasaka Bertahun-Tahun Jadi Sorotan Ombudsman

by -40 views
Barakuda “Nongkrong” di Akasaka Bertahun-Tahun Jadi Sorotan Ombudsman

DENPASAR-Bertahun-tahun mobil Rantis (kendaraan taktis) Brimob Polda Bali nongkrong di depan Akasaka Music Club ‘, pertigaan enam, Denpasar.

Hingga tahun ini, sudah tiga tahun sejak salah satu tempat hiburan terpanas di Kota Denpasar itu terjerat kasus narkoba.

Namun, kasus yang terkait dengan tempat itu sudah lama macet.

Lalu kenapa Rantis masih parkir disana?.

Ini menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak. Terkait hal tersebut, Ketua Ombudsman Perwakilan Republik Indonesia (ORI) Bali, Ibnu Umar Alkathab, angkat bicara.

Ia mengatakan, pihaknya selaku lembaga pengawas penyelenggara publik telah menanyakan hal tersebut kepada polisi. Terutama terkait dengan penggunaan kendaraan taktis (Rantis) dalam insiden kriminal.

Hanya, pihaknya belum mendapat jawaban. Umar berharap polisi segera melakukan penjajakan.

Baca:  Polres Badung-Bali tak izinkan takbiran keliling

“Sehingga keberadaan kendaraan (belalang) tidak lama (parkir) di sana. Apalagi kejadiannya sudah berlangsung lama dan juga sudah terjadi,” ujarnya di Denpasar, Rabu (21/4).

Menurut Umar, penempatan Rantis di Akasaka menimbulkan masalah dari banyak pihak.

Apakah Akasaka, yang hanya sebagai tempat hiburan, bagian dari objek penting, sehingga petugas bersenjata lengkap harus dijaga dan juga diparkir oleh Rantis.

Menurutnya, jika Akasaka merupakan objek penting, maka penempatan Rantis dan anggota bersenjata lengkap di lokasi tersebut menjadi sesuatu yang wajar dan bisa dimaklumi.

“Tapi jika tidak, dan tidak ada urgensi, penilaian akan ditarik,” ucapnya. Ia melanjutkan, polisi memiliki kewenangan untuk menarik kehadiran Rantis.

Sebagai badan pengawas kebijakan publik, Ombudsman Indonesia, Bali telah meminta melalui Polda Bali Irwasda untuk mengetahui bagaimana SOP tersebut.

Baca:  Asyik!! TPP PNS Cair, Gaji Pegawai Kontrak Dibayar Cuma Januari

Hanya saja sampai saat ini belum ada jawaban pasti. Hal tersebut juga telah dicoba disampaikan oleh wartawan media kepada Kepala Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi pada 12 Maret 2021.

Verifikasi dilakukan melalui pesan WhatsApp, panggilan suara WhatsApp, dan panggilan telepon.

Hanya tiga petugas melati yang ada di pundak Sulawesi yang sampai saat ini belum memberikan jawaban.

Kendaraan taktis tipe Barracuda ini sudah diparkir di depan Akasaka sejak Juni 2017 lalu.

Ini hasil penangkapan 4 tersangka dengan 19 ribu butir ekstasi. Willy, yang kini memegang posisi kunci di Akasaka, menjadi salah satu tersangka kasus tersebut.

Dia ditangkap di lobi Akasaka pada 5 Juni 2017. Setelah menjalani persidangan, Willy dikirim ke Lapas Kerobokan, Badung.

Baca:  Jaksa di Denpasar tuntut 13 tahun penjara penyalahguna narkotika

Namun karena kedapatan masih bermain-main di dunia hitam, akhirnya ia dipindahkan ke Nusa Kambangan, Jawa Tengah pada Maret 2019.

Ternyata kasus ini berlalu. Perhatian kerumunan beralih ke Akasaka. Bukan Hajya Akasaka.

Beberapa tempat hiburan lain di Bali juga telah dipesan oleh staf Brimob dan Rantis.

Hanya saja itu tidak berlangsung lama. Sedangkan di Akasaka, berbeda. Rantis dan stafnya yang bersenjata lengkap telah bersiaga selama lebih dari tiga tahun.

.

Komentar