Ambil Paket SS dari Aceh, Pria Asal Mataram Diganjar 11 Tahun Penjara

by -59 views
Ambil Paket SS dari Aceh, Pria Asal Mataram Diganjar 11 Tahun Penjara

DENPASAR– Datang ke Bali dengan misi mengambil sebungkus sabu kristal dari Aceh, terdakwa Wahyu Hidayat harus benar-benar masuk penjara.

Pemuda 23 tahun asal Ampenan, Mataram, NTB, divonis 11 tahun penjara.

Majelis hakim yang diketuai Anak Agung Made Aripathi Nawaksara menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika.

Terdakwa telah terlibat sebagai perantara dalam kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 444,23 gram netto dari Aceh ke Bali.

Dihukum 11 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara, kata hakim Nawaksara dalam sidang online kemarin (20/1).

Putusan hakim tersebut tidak banyak menguntungkan terdakwa karena lebih ringan dari gugatan Kejaksaan Bali. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Wahyu menuntut 15 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara.

Baca:  Sidak RS dan Puskesmas, DPRD Gianyar Kaget, Ini Temuannya

Merasa putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutan, jaksa tidak langsung menerima putusan tersebut. “Kami sedang memikirkannya,” kata jaksa.

Reaksi berbeda ditunjukkan oleh terdakwa yang saat ini mendekam di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

“Kami terima putusan Yang Mulia,” kata Fitra Oktora, kuasa hukum yang mendampingi terdakwa.

Karena perbedaan sikap jaksa dan terdakwa, maka putusan hakim tidak memiliki kekuatan hukum tetap. Hakim memberi waktu tujuh hari kepada jaksa untuk memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan banding.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Wahyu juga masih lebih ringan dari hukuman yang diterima terdakwa Zamzami, 26 tahun, dalam berkas terpisah. Zamzami sebelumnya divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider selama 3 bulan penjara.

Baca:  Kerobokan Badung Rancang Krematorium Berbasis Desa Adat

Terdakwa ditangkap oleh anggota BNNP Bali pada tanggal 26 November 2020 sekitar pukul 22.30 di Jalan Hotel Puri Nusantara Kamar Nomor 29, Jalan Raya Tuban, Kuta, Badung. Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari penangkapan Zamzami.

Wahyu datang ke Bali atas perintah seorang pria bernama Husen (DPO) dengan maksud mengambil sebungkus kristal sabu yang diberi nama “Jus Jeruk”. Pada 23 November 2020, Wahyu meninggalkan Lombok dengan pesawat Garuda.

.

Komentar