Akses Jalan Ganggu Proses Pembangunan SMAN 2 Sukawati di Celuk Gianyar

by -20 views
Akses Jalan Ganggu Proses Pembangunan SMAN 2 Sukawati di Celuk Gianyar

GIANYAR – Pemerintah Gianyar berniat membangun gedung SMAN 2 Sukawati. Rencananya, lahan seluas 75 hektar milik Pemprov Bali di Desa Celuk, Kabupaten Sukawati akan dijadikan tempat pelatihan.

Namun sayang lokasinya tidak memiliki akses jalan raya. Ketua Badan Pembangunan Desa (BPD) Celuk Kabupaten Sukawati, Nyoman Wandra, menyatakan,

Tanah di dekat pertanian Desa Celuk sekarang ditanami padi. Pabrik tersebut dikelola oleh Pekaseh. Hasilnya sudah dikelola oleh desa adat, katanya, Senin (3/5).

Menurut dia, letak lahan Pemprov yang saat ini ditanami padi berada tepat di tengah persawahan. “Kalau masuk dari timur butuh jalan 100 meter. Masuk juga bisa dari utara,” kata Nyoman Wandra kemarin.

Baca:  OMG! Polisi Ungkap Motif TSK Asli Tusuk Pelajar SMP Hingga Sekarat

Ia mengatakan, dua pintu masuk tersebut merupakan lahan pertanian produktif milik perseorangan. Sampai pembebasan lahan dibutuhkan.

“Masyarakat sudah setuju. Kemarin ada tim yang mengomentarinya. Dalam prosesnya, jalannya masih dibahas,” jelasnya.

Menurutnya, jika dibuat lahan untuk akses jalan raya, cukup strategis. Alternatifnya ada dua. Batubulan bisa ditembus dari barat, tapi konstruksinya cukup sulit, ”ujarnya.

Ia berharap pembangunan SMAN 2 Sukawati bisa dilakukan di atas tanah. “Kalau ada SLTP itu bagus. Masyarakat pasti berdampak positif. Menurut saya lebih baik, pendidikan sudah tercakup,” jelasnya.

Apalagi di dekat lahan sudah ada peternakan. “Kalau dunia pendidikan memang dibutuhkan. Orang yang tadinya menganggur bisa jadi punya potensi ekonomi,” jelasnya.

Baca:  Guru SMPN 2 Sawan Terpapar Covid, Disdikpora Minta Interaksi Dibatasi

Lebih lanjut, kata dia, rencana sekolah di tanah Celuk sedang gencar dibahas oleh masyarakat. “Kemarin kami koordinasi dengan Bendesa, pekaseh, tokoh masyarakat. Nah itu artinya semua dukungan,” jelasnya.

Terkait pembangunan sekolah tersebut, respon masyarakat cukup positif. “Responnya positif. Itu tidak mengganggu Subak,

kebetulan dekat perumahan. Jadi akses, sedikit lagi. Memang butuh pendekatan (pembebasan lahan jalan, red), ”jelasnya.

Yang jelas, pihaknya berharap pembebasan lahan bisa berjalan lancar. “Saya harap ini berjalan dengan baik, karena ini untuk kepentingan umum.

Dapat disetujui, ditukar atau dibeli. Mungkin ada diskusi tapi tidak di domain kita, ada tim, ”ucapnya.

Diakui, saat ini satu jengkal tanah sangat berharga. “Kalau ada jalan, nilai ekonominya akan meningkat. Menurut saya sebagai pribadi, jika ada jalan, dampaknya akan sangat besar,” pungkasnya.

Baca:  Menko Luhut ingin delapan pelabuhan masuk Ekosistem Logistik Nasional

.

Komentar