Kasus Meningkat, Sekolah di Karangasem Kembali Terapkan Online

by -20 views
Kasus Meningkat, Sekolah di Karangasem Kembali Terapkan Online

AMLAPURA – Sejumlah sekolah di Karangasem yang sebelumnya sempat melakukan kegiatan belajar tatap muka (PTM) menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online.

Sekolah yang kembali melaksanakan PJJ adalah sekolah yang wilayahnya dinyatakan masuk dalam zona merah dan oranye sebaran Covid-19 di Kabupaten Karangasem berbasis desa / kelurahan dan banjar dinas.

Update peta zonasi Covid-19 Kabupaten Karangasem berdasarkan desa / kelurahan dan banjar dinas pada Senin (3/5) kemarin, dari sebelumnya tiga desa / kelurahan yang masuk zona merah kini berkurang menjadi hanya dua kawasan. yaitu Desa Padangkerta dan Subagan.

Sedangkan untuk zona oranye, dari sebelumnya hanya 3 kecamatan kini meningkat menjadi 7 desa / kelurahan. Diantaranya, Desa Bungaya, Desa Karangasem, Desa Rendang, Desa Sibetan, Desa Duda, Desa Duda Utara dan Desa Labasari.

Baca:  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Buah Terguling di Busungbiu

“Mulai 3 Mei 2021 (Sabtu) peta zonasi Covid-19 Kabupaten Karangasem berdasarkan desa, ada dua kecamatan di zona merah dan 7 desa / kelurahan di zona oranye,” kata Karangasem. Kepala Dinas Kesehatan I Gusti Bagus Putra Pertama saat dikonfirmasi. Senin.

Terkait penundaan PTM di sejumlah sekolah yang masuk dalam peta zonasi Covid-19 juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika.

“Soal penundaan PTM, semuanya dinamis dan disesuaikan dengan peta zona di wilayahnya masing-masing, jadi belum bisa dipastikan berapa,” kata Kartika.

Ia menjelaskan, jika SD dan SMP termasuk atau masuk dalam zona Covid-19 merah dan oranye, maka sesuai ketentuan, sekolah tidak bisa melaksanakan PTM.

Baca:  BMKG Bali minta masyarakat waspada potensi dampak siklon tropis Seroja

Di sisi lain, jika zona merah atau oranye berubah menjadi zona kuning dan hijau, PTM dapat segera diimplementasikan, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala SMP Negeri 3 Selat, I Komang Gede Sudarsana, mengakui penundaan PTM tersebut, mengungkapkan bahwa wilayah sekolah yang dipimpinnya termasuk dalam zona oranye Covid-19. Setelah berkoordinasi dengan koordinator kabupaten, akhirnya diputuskan bahwa mulai Selasa (hari ini) sekolah akan kembali melaksanakan PJJ.

“Mulai besok, semua siswa akan kembali belajar dari rumah masing-masing. Kita dari sekolah mengikuti instruksi pemerintah, dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru dan karyawan,” pungkasnya.

.

Komentar