Selain Diperketat, Pelabuhan Gilimanuk Tak Lagi Layani Pembelian Tiket

by -20 views
Selain Diperketat, Pelabuhan Gilimanuk Tak Lagi Layani Pembelian Tiket

NEGARA- Menjelang larangan pulang kampung, ribuan orang telah meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Padahal, menurut catatan, setiap hari ada sekitar 22 ribu orang yang meninggalkan Bali untuk pulang lebih awal sebelum diberlakukan aturan larangan pulang.

Untuk itu, untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polsek Jembrana menambah pos penyekat di Terminal Negara.

Sedangkan berdasarkan data dari PT. Feri ASDP Indonesia di Pelabuhan Gilimanuk, dalam empat hari terakhir, sejak Sabtu (1/5) hingga Selasa (4/5) pagi, sebanyak 68.792 orang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Jumlah yang besar terjadi pada Senin hingga Selasa pagi, mencapai 22 ribu orang.

Sejumlah besar pengguna jasa lintas roda dua. Pada Senin, tercatat 4.204 pemudik dengan kendaraan roda dua. Untuk roda empat atau mobil sebanyak 1.368 unit.

Baca:  DPRD dorong NTB tiru Bali untuk penerapan CHSE objek wisata

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan hari biasa di Pelabuhan Gilimanuk.

Kapolsek Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, menjelang diberlakukannya larangan pemulangan, pihaknya membuat tambahan pos blokade di Terminal Umum Negara, Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Baluk.

Pos isolasi tambahan berlaku efektif Selasa sore pukul 18.00 WITA,

“Pos-pos tambahan ini bersifat situasional untuk mencegah pra pelarangan melakukan isolasi sesuai regulasi,” jelasnya.

Kapolri menegaskan, terkait dengan larangan pulang yang efektif diterapkan pada Kamis (6/5), termasuk pengetatan protokol kesehatan bagi wisatawan. Bahkan pemeriksaan tidak hanya pada penggunaan masker saja, tetapi pemeriksaan untuk memeriksa hasil tes antigen, genosa dan quick PCR swab.

Sebelum larangan repatriasi, penempatan blok tambahan di terminal Negara menyasar penumpang bus dan pemudik yang akan menyeberang ke Gilimanuk.

Baca:  Puasa Ramadhan di Xinjiang (Bagian 2)

Jika tidak dilengkapi dengan persyaratan prov Covid-19 bagi wisatawan, mereka akan dideportasi. Tetap saja, kalau sudah ketemu, bisa jalan.

Larangan kembali, menurut surat edaran Gugus Tugas Covid-9, mulai berlaku besok.

Alhasil, tiang pembatas di seluruh wilayah Bali diaktifkan, termasuk di Kecamatan Jembrana dari pos blokade di Cekik, Gilimanuk.

Warga yang nekat pulang akan di-PHK di Cekik.

Namun, jika tidak memenuhi syarat sebagai exempt traveller, maka akan dikembalikan ke area aslinya.

Selain itu, Pelabuhan Gilimanuk juga tidak melayani pembelian tiket bagi wisatawan yang tidak masuk dalam kategori exempt.

Jadi, mereka yang nekad pulang tidak akan terhibur dengan membeli tiket penyeberangan.

.

Komentar