Muncul Varian Baru Covid-19 di Bali, DPR RI: Ganggu Pemulihan Ekonomi

by -29 views
Muncul Varian Baru Covid-19 di Bali, DPR RI: Ganggu Pemulihan Ekonomi

DENPASAR – Anggota Komisi IX DPR I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, ledakan kasus Covid-19 di India disebabkan penerapan protokol kesehatan yang tidak konsisten.

Penyebarannya semakin besar setelah proses mutasi virus corona berlangsung. Faktanya, India telah berhasil mengendalikan virus corona dengan kebijakan semi lockdown.

Kebijakan ini juga menjadi inspirasi bagi pemerintah Indonesia untuk melaksanakan Penegakan Pembatasan Skala Mikro pada Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Agar Indonesia tidak seperti India dan Malaysia, berdasarkan kabar terbaru telah terjadi peningkatan kasus yang masif, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang pemulangan.

“Beberapa negara selain India mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan, seperti di Eropa, Jepang dan Malaysia. Tentu Indonesia harus sangat waspada.

Baca:  Varian baru corona B117 berdampak pada pemakaian masker-vaksin

Apalagi sekarang karena ada acara keagamaan. Karena itu, kami mendukung langkah Presiden untuk melarang pemulangan tahun ini, ”kata Kariyasa Adnyana.

Politisi PDIP itu meminta pemerintah daerah menjaga pintu masuk dan keluar daerah itu. Selain itu, pihak rumah sakit juga harus menyediakan fasilitas seperti BOR (Bed Occupancy Rate) dan oksigen.

“Mulai saat ini rumah sakit harus bersiap menghadapi yang terburuk, tidak seperti India. BOR penuh, oksigen penuh dan kremasi terus meningkat,” kata mantan anggota DPRD Bali itu.

Yang terpenting, kata dia, vaksinasi harus dipercepat. Rencana impor vaksin juga sedang dipercepat. Selain itu, berdasarkan hasil pembahasan Komisi IX dengan Kementerian Kesehatan, uji klinis vaksin independen sedang memasuki tahap akhir.

Baca:  OMG! Kemalaman, Nginap di Rumah Pacar, Motor Scoopy Raib Dicuri Maling

Sehingga target vaksinasi selama 15 bulan dapat terwujud dan mencapai target 70 persen penduduk yang telah divaksinasi membentuk kekebalan kawanan.

Kariyasa Adnyana menambahkan, masyarakat harus tetap semangat dan waspada. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat harus konsisten.

Jika tidak konsisten, bisa jadi seperti India. Apalagi Bali begitu terpengaruh sehingga membuat perekonomian terpuruk.

“Ingat, kalau ada mutasi virus baru, proses pemulihan ekonomi bisa memakan waktu lama,” jelas anggota komisi yang membidangi kesehatan dan pendidikan ini.

Pemerintah telah menyiapkan vaksin gratis bagi pengusaha yang dimulai oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dengan tujuan mempercepat vaksinasi.

Apalagi, kegiatan ekonomi harus tetap berjalan aman dan menghindari dikeluarkannya uji antigen agar pendanaan tidak substansial.

Baca:  Sinovac klaim vaksinnya aman untuk bayi dan remaja

“Dari Kadin, perusahaan menginginkan vaksinasi yang lebih aman dari antigen sehari-hari, yang harganya mahal sehingga bisa bekerja lebih cepat.

Jika ada sesuatu yang positif, tidak akan produktif dan akan ditutup. Mereka (pengusaha, red) siap bayar. Sedangkan masyarakat gratis sudah diestimasi oleh Kementerian Kesehatan, ”jelasnya.

.

Komentar