Pengusaha Asal Prancis Pemilik SS dan 3 Senpi Ilegal Terancam 20 Tahun

by -28 views
Pengusaha Asal Prancis Pemilik SS dan 3 Senpi Ilegal Terancam 20 Tahun

DENPASAR– Terdakwa Rayan Jawad Henri Bitar, 30 tahun, menjalani sidang virtual di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (4/5).

Pengusaha Prancis itu dipenjara hingga 20 tahun karena memiliki senjata api kristal dan tiga senjata api ilegal (senpi) beserta 29 butir peluru.

Atas kepemilikan narkoba, terdakwa didakwa berdasarkan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika.

“Karena memiliki senpi, terdakwa dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat Republik Indonesia Nomor 12/1951,” kata Jaksa Dewa Nyoman Wira Yoga Adiputra.

Selanjutnya, di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh I Gede Novyartha, terdakwa menangani sabu-sabu seberat 4,81 gram net.

Baca:  Genjot Vaksinasi di Daerah Wisata, Kaum Lansia Jadi Prioritas

Terdakwa ditangkap anggota Polda Bali pada 21 Maret 2021 sekitar pukul 19.30 di Villa Kharisma, Jalan Umalas Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

Tergugat mengaku mendapatkan narkotika kristal sabu dari seseorang bernama Mang Adi (DPO) dengan melakukan pemesanan melalui WhatsApp (WA).

“Terdakwa mentransfer uang ke rekening Mang Adi senilai Rp 800 ribu,” jelas Kejaksaan Bali.

Menurut pengakuan terdakwa, ia telah mengkonsumsi narkoba sejak tahun 2009. Terdakwa mendalilkan bahwa sabu-sabu yang ia gunakan untuk menenangkan pikiran, melupakan masalah hidup dan menjadi bersemangat serta merasa kreatif.

Selain sabu, polisi menemukan senpi di kediaman terdakwa. Detailnya adalah laras panjang jenis Blade Pistol Stabilizer laras buatan Amerika Serikat.

Baca:  Indonesia terima kiriman vaksin AstraZeneca yang pertama

Selain itu, polisi juga menyita majalah berisi delapan butir peluru kaliber 9×19 mm.

Polisi juga menemukan kotak amunisi berwarna putih bertuliskan MU1-TJ di dalamnya berisi 20 peluru kaliber 9×19 mm.

Terdakwa juga menyimpan satu senapan jenis revolver yang berisi satu peluru kaliber 22 mm dan satu buah senapan buatan Rusia, kaliber 7,65 mm tanpa Magazen.

Maksud terdakwa, tiga pucuk senjata api dan 29 butir peluru hanya bisa dirawat, jelas jaksa.

Atas tuduhan tersebut, tergugat dan kuasa hukumnya tidak bermaksud untuk mengajukan eksepsi atau keberatan.

.

Komentar