Sakit Hati Dipecat, Eks Karyawan Curi Mesin Nitrogen Milik Perusahaan

by -21 views
Sakit Hati Dipecat, Eks Karyawan Curi Mesin Nitrogen Milik Perusahaan

UBUD- Karena dendam atau dendam, Angga Siregar dipecat dari tempat kerjanya, bertekad mencuri mesin nitrogen di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Kabupaten Ubud.

Angga tampil bersama temannya, Agus Subianto, pada 8 April. Kedua pelaku ditangkap pada 28 April dan saat ini ditahan di Polda Ubud.

Kapolsek Ubud AKP Made Tama menjelaskan, Angga Siregar, warga Sumatera Utara, hanya bekerja selama enam bulan di tempat cuci mobil di Banjar Dauh Labak.

“Karena dipecat, dia dendam. Dia kembali ke kos di Kuta, lalu mengajak temannya (warga Agus Subianto / Banyuwangi) untuk mencuri pada malam hari,” ujarnya, Selasa (4/5).

Berbekal pengambilalihan Daihatsu DK 8195 OB, pelaku menuju bisnis pencucian mobil pada 8 April lalu. “Pelaku membawa mobil pikap, masuk gudang yang tidak terkunci. Langsung mengambil kompresor (mesin nitrogen),” jelasnya.

Baca:  Puluhan Mahasiswa Papua di Bali Ditangkap, LBH Sempat Dilarang Bertemu

Mesin besar diangkat ke pikap. Kemudian mesin itu dibungkus dengan terpal.

Selanjutnya, pelaku langsung menjual mesin tersebut kepada seorang bernama Toby. Mesin dibandrol dengan harga Rp 7 jutaan hanya dijual dengan harga Rp 1 jutaan.

Belakangan, aksi pencurian itu awalnya ditemukan saksi di tempat cuci mobil. Para saksi awalnya memperhatikan adanya kelainan pada penutup mesin. Setelah diperiksa, ternyata mesin nitrogen biru telah menghilang dari tempatnya.

Saksi kemudian melapor ke bos tempat cuci mobil. Akhirnya korban yang kehilangan mesin tersebut dilaporkan ke Polda Ubud

“Setelah mendapat laporan penghilangan itu, tim investigasi kami dibantu Polda Bali, selama kurang lebih 20 hari tim berhasil diungkap,” ujarnya.

Baca:  ASN Poltek KP Jembrana Divaksin

Kepala polisi menambahkan, penangkapan itu terjadi pada 28 April. Dua pelaku ditangkap di Kuta, tambahnya.

Pelaku langsung digiring ke Polres Ubud. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti dari pembeli Toby.

Selanjutnya mesin boks tersebut langsung diamankan di kantor polisi. Juga mengamankan truk pickup yang digunakan dalam aksi malam hari.

Atas perbuatannya, pelaku didakwa berdasarkan Pasal 363 ayat (1) KUHP ke-4. Pelaku menghadapi hukuman 7 tahun penjara.

Sementara itu, Angga yang menjadi dalang pencurian mengaku nekat mencuri karena kehabisan uang. Tidak ada uang untuk makan, jelasnya.

Angga menjelaskan, mudah untuk mengangkut mesin dengan tangan. “Curi dengan tanganmu,” dia menyimpulkan dengan singkat.

Baca:  20 Persen Warga Bali Sudah Divaksin, Paling Tinggi di Indonesia

.

Komentar