Undiksha tambah lagi guru besar

by -23 views
Undiksha tambah lagi guru besar
Singaraja, Buleleng (ANTARA) – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, menambah lagi guru besar atau profesor, yakni Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, S.E.,Ak.,M.Si., akademisi Fakultas Ekonomi Undiksha.

Surat keputusannya diserahkan langsung oleh Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., di kampus setempat, Senin (3/5/2021).

Penambahan guru besar itu disambut bangga dan diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lain untuk meraih jabatan yang sama. Selain itu, Anantawikrama diharapkan dapat terus mengembangkan keilmuan yang dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan masyarakat luas.

“Tentu ini menjadi kebanggaan kita bersama, karena dosen Undiksha ada lagi yang meraih jabatan Profesor,” ungkap Rektor Jampel, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Gede Rasben Dantes, S.T.,M.T.I., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., dan Kepala Biro Umum dan Keuangan, Ni Luh Wayan Yasmiati, S.H.

Baca:  Mabes Polri: Densus tangkap Munarman

Rektor Jampel menyampaikan peningkatan jumlah guru besar menjadi targetnya setiap tahun. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk semakin meningkatkan daya saing universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Oleh karena itu, saya selalu mendorong dosen yang sudah Lektor Kepala untuk segera lanjut ke profesor. Yang masih Lektor, harus segera ke Lektor Kepala. Dorongan juga ditujukan bagi dosen dengan kualifikasi magister untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor. Kita targetkan tahun 2030, Undiksha sudah nol master,” tegasnya.

Sementara itu, Anantawikrama mengakui untuk meraih profesor bidang Ilmu Akuntansi, perlu perjuangan yang cukup panjang. Tetapi yang paling ingin disampaikannya adalah ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari lembaga.

Baca:  Jaga ketahanan pangan, PUPR kelola lumbung pangan berkelanjutan

“Karena kampus kita memiliki berbagai macam program yang bisa memacu saya untuk terus berusaha. Jika diibaratkan, ini seperti lari maraton, yakni sebuah perjuangan yang sangat membutuhkan stamina, bagaimana semangat tetap bisa saya jaga dengan dukungan lembaga,” tuturnya.

Menurutnya, pencapaian ke jenjang profesor tidak dapat dilepaskan pula dari motivasi ayahnya, yang juga seorang akademisi Undiksha. Ia adalah Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.

“Dalam perjuangan ini, sosok yang sangat memotivasi adalah ayah saya sendiri. Beliaulah yang selalu mendukung saya sehingga menjadi diri saya saat ini, yang menuntun saya untuk berdedikasi pada bidang akademik, sehingga membuat saya selalu bersemangat dalam menjalaninya,” katanya.

Baca:  Tujuh mahasiswa ITB STIKOM Bali lulus ikuti program Kampus Mengajar Kemendikbud

Capaian ini, menurutnya bukan akhir dari sebuah perjalanan, tetapi sebuah awal dari kiprahnya di dunia akademik. “Oleh sebab itu, saya terus meningkatkan kualitas diri dan semakin maksimal berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
 

Komentar